Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

KOTA TEGAL – Pemerintah Kota Tegal bersama PT Pegadaian dan berbagai komunitas lingkungan menggelar aksi penanaman 1.000 pohon mangrove dan 1.000 pohon cemara laut di kawasan Pantai Pulo Kodok, Kota Tegal, Sabtu (6/6/2026), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak dan terhubung secara daring melalui teleconference nasional bersama Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung semangat "No Generation Left Behind" yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.

Dalam sambutan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak hanya berkaitan dengan sampah, tetapi juga berkaitan erat dengan upaya mengendalikan perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik dapat mengurangi emisi gas metana yang memiliki dampak besar terhadap pemanasan global. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Tegal dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui gerakan Mageri Segoro.

“Melalui penanaman mangrove ini kita berupaya mengurangi abrasi pantai, menekan dampak rob saat air laut pasang, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain itu, pohon-pohon yang ditanam juga berfungsi menyerap karbon dioksida sehingga kualitas udara menjadi lebih baik,” ujar Dedy Yon.

Ia menjelaskan bahwa meskipun tingkat abrasi di Kota Tegal relatif lebih kecil dibandingkan beberapa daerah pesisir lainnya, upaya mitigasi dan pelestarian lingkungan harus tetap dilakukan secara berkelanjutan.

Dedy juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Tegal akan terus berupaya meningkatkan luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang saat ini masih berada di kisaran 12,9 persen. Untuk itu, Pemkot akan menerbitkan surat edaran kepada perusahaan, kawasan industri, pengembang perumahan, restoran, dan pelaku usaha lainnya agar ikut melakukan penghijauan di lingkungan masing-masing.

“Kami ingin mendorong seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha untuk terlibat dalam gerakan menanam pohon. Jika dilakukan secara konsisten, dalam beberapa tahun ke depan target peningkatan ruang terbuka hijau dapat tercapai,” katanya.

Selain penghijauan, Dedy menyebut Kota Tegal juga terus mempertahankan capaian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang saat ini telah mencapai 87,96 persen, melampaui batas minimal nasional sebesar 87 persen.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Tegal, Ali Musta’at, menyampaikan bahwa keterlibatan PT Pegadaian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan.

“PT Pegadaian berkomitmen mendukung berbagai program penghijauan dan pelestarian lingkungan. Kami berharap bantuan bibit mangrove dan tanaman urban farming yang diberikan hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta membantu menjaga kelestarian lingkungan Kota Tegal,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program penghijauan, PT Pegadaian Area Tegal menyerahkan secara simbolis bantuan 1.000 bibit mangrove dan 500 tanaman urban farming kepada Pemerintah Kota Tegal. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Tegal sebelum dilakukan penanaman bersama di kawasan Pantai Pulo Kodok.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Wali Kota Tegal, DPRD Kota Tegal, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan PT Pegadaian, komunitas pecinta lingkungan, serta berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Kota Tegal berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat sehingga terwujud Kota Tegal yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(*)

Top