Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Sejumlah Kepala Daerah berkumpul bersama saat Acara Pembukaan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah III (Rakor Komwil) APEKSI Tahun 2014 di Rumah Dinas Badan Koordinasi Lintas Wilayah (Bakorwil) Pekalongan, Rabu (08/10) malam.Walikota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah III, diminta untuk memberikan ruang kreatif bagi orang-orang kreatif. Sehingga mereka dapat bertemu, berkolaborasi dan pada akhirnya dapat melakukan aktifitas bisnis dan dengan mengusung brand Indonesia.

“Brand yang dimaksud adalah seperangkat nilai yang unik yang kita banggakan bersama sehingga nantinya bisa kompetitif di Asia Tenggara dan ASEAN,” ungkap Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan Iptek Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Harry Waluyo, M.Hum saat Acara Pembukaan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah III (Rakor Komwil) APEKSI Tahun 2014 di Rumah Dinas Badan Koordinasi Lintas Wilayah (Bakorwil) Pekalongan, Rabu (08/10) malam.

Acara pembukaan APEKSI tahun 2014 ini dikemas dalam Galadinnern dan Fashion Show batik. Hadir Direktur Amerika Selatan dan Karibia Kemenlu RI Muthofa Taufik Abdul Latif, Asisten I Setda Provinsi Jawa Tengah Siswo Laksono SH M.Kn, Walikota Pekalongan dr. H. Muhammad Basyir Ahmad serta Walikota Anggota Komwil III APEKSI Tahun 2014 termasuk Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno.

Dalam Rakor Komwil III APEKSI Tahun 2014 ini mengambil tema Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif, Pengembangan Smart City dan Smart Goverment dalam menghadapi Asean Economic Community 2015.

Menurut Harry, sudah banyak pembelajaran dan hasil-hasil yang dicapai dalam pengembangan ekonomi kreatif, namun diakuinya, kedepan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Misalnya merevisi buku Pembangunan Ekonomi Kreatif Menuju tahun 2025 dan Ekonomi Kreatif Sebagai Kekuatan Baru Indonesia 2015-2019 yang akan diluncurkan pada 14 Oktober di Jakarta.

“Kami percaya ekonomi kreatif merupakan kekuatan baru di Indonesia dimasa depan karena bahan kreatifitas adalah budaya yang tidak akan habis namun akan hilang dan punah jika tidak dikelola dengan baik,” ungkap Harry.

Senada apa yang diungkapkan Direktur Eksekutif APEKSI DR. H. Sarimun Hadisaputra M.Si yang menyebut APEKSI adalah organisasi pertama yang menggaung-gaungkan Asean Commmunity, di Dumai. "Desember 2015 itu sebentar lagi, kawasan Asian sudah harus siap, paling tidak Jangan sampai terkejut memasuki Asean Community," katanya.

Sementara itu, terbentuknya UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah banyak hal yang lebih menguntungkan pemerintah daerah.

"Diharapan kreatifitas Pemda dan inovasi betul-betul nantinya mendorong kreatifitas Pemda Kota khususnya untuk lebih semaksimal mungkin pemberdayaan masyarakat," harapnya.

Siswo Laksono mengungkapkan Kota Pekalongan sebagai Kota Batik Dunia, pihaknya memberi apresiasi terhadap adanya Pekan Batik Nusantara (PBN) yang baru dibuka oleh Wakil Presiden Budiono pada Rabu (08/10) pagi di Lapangan Jatayu.

Disebutkan Siswo, PBN berkaitan ekonomi kreatif karena mengambil tema Selembar Batik Selaras Nafas Budaya dan Ekonomi Bangsa. “Saya kira ini ide yang cerdas dalam mengangkat dan menggali potensi budaya yang ada dan melihat keterkaitan yang ada dalam mengembangkan ekonomi bangsa,” ungkapnya yang membacakan Sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menanggapi agar Pemkot kreatif, Walikota Tegal telah memiliki branding batik khas tegalan. Yakni digerbong Kereta Api Tegal Bahari yang sudah di launching pada tanggal 4 Oktober dan ide branding gerbong dengan batik merupakan ide kreatif dari Walikota Tegal yang disampaikan kepada Direktur PT KAI. "Kalau Pekalongan sebagai Kota Batik Dunia, Kota Tegal sudah memiliki branding batik khas tegal," ungkap Walikota Tegal.

Sementara mengenai tema smart city dan smart goverment, Walikota Tegal menyebut beberapa pelayanan kepada masyarakat sebagai perwujudan pelayanan prima, telah memanfaatkan kemajuan teknologi. Misalnya di BP2T dalam melayani perijinan menggunakan program SIMOS. Sedangkan di puskesmas di Kota Tegal telah dilengkapi layanan SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas).

Pekalongan menyebut saat ini Pekalongan sedang menggelar PBN. “Tahun 2006 Pekalongan mengadakan pekan batik, pada tahun ganjil biasanya dilaksanakan Pekan Batik Internasional (PBI) dan pada tahun genap dilaksanakan Pekan Batik Nusantara (PBN),” ungkap Basyir.

Sementara berbagai kegiatan dilaksanakan dalam Rakor Komwil APEKSI Tahun 2014 pada Kamis (09/10) ini. Antara lain Diskusi Panel dengan mengangkat Tema Pemberdayaan Industri Ekonomi Kreatif, Pengembangan Smart City dan Smart Goverment dalam menghadapi Asean Economic Community 2015 dengan pembicara Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Kemudian juga telah dilaksanakan City Tour dengan menghadirkan Carnaval Batik dan Pentas Seni Budaya di Alun-alun dan Lapangan Jatayu.

“Batik yang ditampilkan dalam karnaval tidak boleh berbentuk printing, asli dibuat dengan model malam sesuai diberikan oleh UNNESCO yang mendapatkan pengakuan batik sebagai warisan budaya tak benda Indonesia,” ungkap Muhammad Basyir.

Sedangkan Jumat (10/10) pagi rapat APEKSI dan city tour Pabrik Palekat Gajah Duduk yang dimulai dengan ATBM, palekat terbesar di Indonesia dan selesai akan pada Jumat siang. Sementara PBN akan selesai pada tanggal 12 Oktober malam. Pada Jumat siang penutupan Rakor dan dilanjut Orientasi Lapangan Pekan Batik Nusantara 2014 ke Pabrik Gajah Duduk.

Top