Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno membunyikan peluit kereta api sebagai tanda keberangkatan perdana Kereta Api (KA) Tegal Bahari di Stasiun Tegal, Sabtu (04/10) sore, saat acara Launching KA Tegal Bahari.

Peluncuran KA Tegal Bahari dilakukan dengan berbagai prosesi. Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin, SH. MH melakukan pemotongan pita, kemudian pembukaan Selubung nama KA Tegal Bahari oleh Urip Sihabudin, SH. MH dan pengecekan kereta diteruskan penyiraman air kendi serta memecahkan kendi diatas Lokomotif KA. Tegal Bahari oleh Ketua DPRD Kota Tegal Edi Suripno, SH. MH. Hadir juga Wakil Bupati Tegal Hj. Umi Azizah.

Sebanyak 60 orang pengurus dan anggota Ikatan Keluarga Besar Tegal (IKBT) turut serta menaiki KA. Tegal Bahari yang diluncurkan perdana pada Sabtu kemarin. Sebelumnya mereka datang dari Jakarta dan disambut dan beramah tamah dengan Walikota di Pringgitan pada Jumat (03/10) malam.

Walikota Tegal bangga dengan adanya peluncuran KA Tegal Bahari. Pasalnya, adanya kereta ini bisa mengiatkan potensi yang ada di Kota Bahari. Dia menjelaskan, populasi masyarakat Kota Tegal yang sehari-harinya harus melakukan kegiatan di Jakarta, terus bertambah jumlahnya dari waktu ke waktu.
“Keberadaan Kereta Api Tegal Bahari tentu memenuhi kebutuhan akan adanya sarana transportasi darat yang dapat mengantarkan mereka melakukan aktivitas bisnis dan lainnya, dari Tegal ke Jakarta maupun sebaliknya dari Jakarta menuju Tegal,” ungkap Walikota.

Sebelum adanya KA. Tegal Bahari yang awalnya bernama Cirebon Ekspres (Cireks), terlebih dulu telah hadir KA. Tegal Arum dan KA. Tegal Express untuk memenuhi kebutuhan transportasi dengan destinasi Tegal-Jakarta dan Jakarta-Tegal, di kelas ekonomi AC.
“KA. Tegal Bahari hadir dengan destinasi yang sama, untuk memenuhi, melengkapi dan memudahkan kebutuhan penumpang di kelas bisnis dan eksekutif agar semakin nyaman melakukan perjalanan dan dalam mencapai tujuan mereka,” kata Walikota.

Walikota yakin, kehadiran KA Tegal Bahari akan sangat mendukung aktivitas masyarakat dan kemajuan Kota Tegal dalam pembangunan di bidang ekonomi, bisnis dan transportasi pada khususnya. Terlebih lagi, KA. Tegal Bahari juga mempunyai ciri khas yaitu adanya motif batik khas tegal di gerbongnya dengan warna-warna yang cerah dan menarik perhatian serta minat para calon penumpang, 12 lukisan kaca tempat-tempat terkenal di Kota Tegal di beberapa gerbongnya misalnya, Pantai Alam Indah, kuliner. "Jargon KA. Tegal Bahari adalah Bersih, Aman, Sehat, Rapi  dan Beriman dengan tagline Yuh Sedulur Plesir Maring Kota Tegal," jelasnya.

Dengan keberadaan KA. Tegal Bahari, Walikota mengharapkan dapat mengoptimalkan potensi Kota Tegal dan keunggulannya di bidang seni, budaya dan kuliner sebagai kota destinasi dalam bidang jasa, niaga, investasi, dan wisata yang tentunya mendukung sektor pariwisata Indonesia.
Selain itu, dengan adanya KA. Tegal Bahari, Walikota berharap visi Kota Tegal membangun masyarakat yang sejahtera dan bermartabat berbasis pelayanan prima, akan semakin kuat terwujud.

Sementara itu Direktur Komersial PT. KAI, Bambang Eko Martono menerangkan, apabila okupansi KA. Tegal Bahari 100 persen bakal dilakukan penambahan gerbong. "Satu gerbong bisnis atau satu gerbong eksekutif, akan dimaksimalkan. Karena saat ini belum maksimal," jelasnya.

KA. Tegal Bahari berdestinasi Tegal Jakarta ataupun sebaliknya. Dalam sehari, ada dua kali perjalanan dari Tegal dan dua kali perjalanan dari Jakarta. Pada launching perdana KA Tegal Bahari, okupansi tercatat 100 persen. Atau sebanyak 392 penumpang.
Dalam satu rangkaian KA Tegal Bahari, terdapat 4 gerbong tipe eksekutif dan 3 gerbong tipe bisnis. Atau, sebanyak 200 penumpang kelas eksekutif dan 192 penumpang kelas bisnis.

Bambang menerangkan, apabila okupansi terus 100 persen, gerbong kereta bakal ditambah. Misalnya, penambahan satu gerbong bisnis maka jumlah penumpang bakal bertambah sebanyak 64 orang. Apabila ditambah satu gerbong eksekutif, jumlah penumpang bertambah 50 orang.

Top