Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno dan Wakil Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh M.MPd menyerahkan hewan qurban masing-masing satu ekor sapi kepada pengurus Masjid Agung Kota Tegal, usai melaksankaan Sholat Idul Adha di halaman Masjid Agung Kota Tegal, Minggu (05/10) pagi.

Hewan qurban yang terkumpul dari para jama'ah Masjid Agung sebanyak 3 ekor sapi dan 44 ekor kambing.  Dua ekor sapi dari Walikota dan Wakil Walikota, sedangkan satu ekor sapi dari Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kota Tegal. Hewan qurban ini akan dikelola oleh penyelenggara penyembelihan hewan qurban Masjid Agung dan akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di Kota Tegal dan sekitarnya.

Dalam sholat Idul Adha yang diimami oleh Mahbub Junaidi Al Hafidz dan bertindak sebagai Khotib Ustad H. Iman Ahmad Baehaqi, Walikota sholat Idul Adha berjamaah dengan ribuan umat Islam Kota Tegal hingga meluber hingga lapangan Alun-alun Kota Tegal.
Dalam sambutannya Walikota mengajak jama'ah sholat Id untuk mengenang sejarah penting penyembelihan Isma’il oleh ayahandanya Nabi Ibrahim AS. “Sungguh sebuah peristiwa yang menggambarkan ujian BERAT atas ketaatan nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT yang kini telah menjadi bagian dari tradisi umat Islam,yang diterjemahkan dengan qurban/penyembelihan hewan ternak, seperti, sapi, kerbau, kambing atau domba yang selanjutnya dibagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan sebagai bentuk ibadah dan keperdulian terhadap sesama manusia,” ungkap Walikota.

Walikota juga menekankan pesan dan makna yang terkandung dalam ibadah qurban, hendaknya mampu menangkap dan mengaplikasikan dari peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim AS dalam kehidupan sehari–hari, baik kehidupan bernegara, berbangsa maupun bermasyarakat.
“Salah satunya rasa empati kita, manakala dihadapan kita masih ditemui permasalahan sosial dalam kehidupan masyarakat seperti kemiskinan, penganggguran, maupun situasi dan kondisi perekonomian warga yang masih membutuhkan uluran tangan,” ungkap Walikota.

Disebutkan Walikota, pada poin inilah, sebetulnya hakikat ibadah qurban itu harus ditunjukkan  relevansinya, bahkan diharapkan mampu menjadi solusi terhadap berbagai bentuk ketimpangan sosial yang masih mewarnai kehidupanmasyarakat.

“Jadi, meskipun  perayaan idul qurban kita  rayakan setahun sekali, namun semangat berkurban seharusnya tidak boleh muncul hanya ketika datang idul adha. Semangat berkurban harus terus-menerus dihidupkan dalam diri kita, dalam konteks kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat dan dalam implementasi yang luas penerapannya,” pesan Walikota.

Top