Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Ketua Umum Pengurus Besar Muslimat NU Khofifah memberi sambutan saat acara silaturahmi dengan Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno dan Pengurus dan Anggota Muslimat NU Kota Tegal di Gedung Adipura (28/9) Ketua Umum Pengurus Besar Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa prihatin dengan perkembangan generasi muda Indonesia. Pembentukan akhlakul karimah generasi muda Indonesia menurutnya sedang tidak aman.

Hal tersebut diungkapkan Khofifah saat acara silaturahmi dengan Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno dan Pengurus dan Anggota Muslimat NU Kota Tegal di Gedung Adipura (28/9) sore kemarin.

Disebutkan Khofifah, persoalan kemasyarakatan saat ini sedang melanda, antara lain angka kematian bayi, kekurangan gizi ibu hamil, bayi gizi buruk, pernikahan dini karena Married By Accident (MBA), aborsi, inveksi HIV AIDS dan lain sebagainya.

Khofifah mengatakan tugas pemimpin adalah menjaga agama dan mengatur negara. Ia menyebut saat mengatur agama, aman tenteram menurut terjemahan polisi dan tentara, mungkin bagi mereka aman terkendali kalau tidak ada perampokan dan terorisme, tetapi menurut kyai-kyai muslimat dan ormas-ormas lain, tidak aman itu ketika infeksi HIV AIDS tiba-tiba muncul di Tegal bahkan di Kabupaten Tegal.

“Infeksi HIV AIDS itu muncul bukan karena kemarin melakukan langsung terjangkit, tetapi 10 sampai 15 tahun dari proses terjadinya, berarti kalau sekarang terjadi, 10 sampai 15 tahun lalu mereka melakukannya,” ungkap Khofifah.

Disebutkan Khofifah, dapat dilihat masyarakat di kota Tegal, Jawa Tengah, Indonesia, masjidnya, atapnya makin mengkilap, jumlah masjid semakin banyak, menaranya semakin bagus, tetapi prilaku umatnya semakin tidak baik.

“Kita tidak aman kalau ternyata angka perkawinan dini meningkat, kenapa anak-anak usia dini menikah, karena MBA. Nah kalau sudah pada posisi ini seperti ini, kondisi aman bagi pembentukan Akhlakul Kharimah?” tanya Khofifah. Data yang dieproleh Khofifah, 10-15 tahun 600 ribu, kehamilan yang tidak diinginkan 2013 kemarin di Indonesia yang 2.200.000 15-19 tahun.

“Bukan angka yang sederhana, apakah ini yang disebut dengan kondisi yang aman,” ungkapnya. Khofifah mengaku sudah menyampaikannya kepada pemangku kepentingan sebagai pengambil keputusan.

Sementara masalah kekurangan gizi, yang diderita masyarakat dimana ibu yang mengandung kekurangan gizi, saat dilahirkan bayinya juga kekurangan gizi.

“Bagaimana kita berharap, bagaimana kita berharap anak ini menjadi generasi penerus kehidupan?” tanya Khofifah.

Walikota dalam sambutannya juga menyinggung mengenai permasalahan generasi penerus. Walikota menyebut sukses pembangunan di kota Tegal tergantung pada peran seluruh komponen, termasuk kaum perempuannya. Misalnya saja untuk mencapai turunnya angka gizi buruk, target untuk bisa menurunkan angka ibu melahirkan meninggal, dan sadar pendidikan agar anak-anak bersekolah karena pendidikan adalah menjadi prioritas keluarga. “Semua membutuhkan peran aktif perempuan,” kata Walikota.

Untuk itu, Walikota mengharapkan, para ibu dapat mengambil peran penting ini. “Kaum perempuan, hendaknya bukan hanya menuntut akan hak-haknya, tetapi juga mengutamakan kewajiban secara baik, baik kewajiban sebagai orang tua, sebagai istri, sebagai ibu, sebagai anggota masyarakat dan pada akhirnya sampai pada kewajiban diri sebagai warga negara,” harap Walikota.

Untuk memajukan Kota Tegal agar semakin maju dan sejahtera, Walikota meminta Muslimat NU agar mengacu pada indikator-indikator pembangunan pemberdayaan perempuan yang sedang di kerjakan, yaitu bukan sekedar capaian, akan tetapi hasilnya dirasakan warga masyarakat.

Top