Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Walikota Tegal bersama Forkopinda saat berdialog dengan warga di kelurahan Cabawan diawali dengan Monitoring Wajah Kota dengan Bersepeda, di Balai Kelurahan Cabawan, Jumat (19/9)Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno meminta gerakan “Sepiring Nasi Go Cabawan” digiatkan kembali. Sepiring Nasi Go Cabawan adalah bentuk kepedulian dan partisipasi masyarakat Kelurahan Cabawan yang berprofesi sebagai pengusaha Warung Tegal (warteg) dalam pembangunan kampung halamanny“Gerakan Sepiring nasi digiatkan kembali. Buktikan bahwa masyarakat cabawan peduli terhadap pembangunan Cabawan,” ungkap Walikota saat Dialog Interaktif dengan warga Kelurahan Cabawan yang diawali dengan Monitoring Wajah Kota dengan Bersepeda, di Balai Kelurahan Cabawan, Jumat (19/9). Turut hadir dalam dialog interaktif ini Wakil Walikota Tegal Drs HM Nursholeh MMPd, Anggota Forkopinda, Kepala SKPD di jajaran Pemkot Tegal dan warga Kelurahan Cabawan.

Dengan gerakan ini setiap hari, pengusaha warteg iuran sebesar harga satu piring nasi. Kemudian uang yang terkumpul digunakan untuk membangun sarana prasarana di Kelurahan Cabawan. Antara lain yang telah terwujud yakni Balai Kelurahan Cabawan dengan dana pembangunan Rp. 400 juta pada tahun 2003. Pembelian tanah Makam Mbah Surya sebesar Rp. 75 juta dan pembangunan Masjid Darussalam dengan menelan biaya sebesar Rp. 700 juta.

Ungkapan Walikota didasarkan adanya keinginan warga Kelurahan Cabawan yang akan mendirikan Madrasah dan TK, namun dana pembangunannya masih kurang. Disebutkan Abdul Wahid, mantan Kepala Desa Cabawan, saat ini sudah terbentuk panitia pembangunannya. Tanah juga sudah tersedia, dulu milik Abdul Wahid sendiri seluas 450 meter persegi dan dijual Rp. 450 juta atau Rp. 1 juta permeter.

“Bulan April dihasilkan dari system lelang baru didapatkan 208 meter dan baru ada uang tunai Rp. 150 juta. Kami akan membuat proposal untuk usul kekurangan dana kepada Pemkot Tegal,” ungkap Abdul Wahid.

Sementara Harun Abdul Manaf, mantan Anggota DPRD Kota Tegal yang juga sesepuh Kelurahan Cabawan, menyebutkan hasil-hasil pembangunan di Kelurahan Cabawan banyak dimotori oleh gerakan Sepiring Nasi ini. Jumlah penduduk Cabawan pada tahun 2013 sebanyak 6.013 dan 80% merupakan pengusaha warteg.

“Lurah supaya menggandeng LPMK untuk mengajak pengusaha warteg menggiatkan kembali Sepiring Nasi karena Pemkot dananya terbatas. Dana Rp. 200 juta kalau mereka diajak bisa mungkin dua bulan saja bisa terkumpul,” ungkap Abdul Manaf.

Top