![]()
Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Rubah Bahasa
TEGAL – Ribuan jamaah Sholat Iedul Fitri di Masjid Agung Kota Tegal bukan hanya sholat di dalam masjid, tetapi meluas ke Alun-alun Kota Tegal. Hal tersebut disebabkan Masjid Agung Kota Tegal dalam proses pembangunan rehabilitasi yang baru mencapai progres 43,622 Persen.
“Masjid Agung dalam proses rehabiitasi. Maklum para jama’ah harus rela mengikuti sholat Iedul Fitri ini, harus meluber ke jalan dan Alun-alun Kota Tegal,” ungkap Ali Imron Rosyad, S.Ag, selaku Khotib Sholat Iedul Fitri Tahun 1436 Hijriyah di Masjid Agung Kota Tegal, Jumat (17/7) pagi mulai pukul 06.15 WIB. Bertindak sebagai Imam Sholat Mahbub Junaedi Al Hafidz dan Imam Takbiran Hasyim Ashari.
Hadir Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno, Wakil Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, M.MPd beserta istri, Anggota Forkopinda, Plt. Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha, SH dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal dan pengurus Yayasan Masjid Agung.
Disebutkan Ali Imron rehabilitasi Masjid Agung dibiayai oleh bantuan dana hibah Pemerintah Kota Tegal, tahun anggaran
2014, yang telah diserahterimakan kepada Pengurus Yayasan Masjid Agung, tanggal 12 Desember 2014 yang lalu. Sebagai pelaksanannya adalah PT. Ritter Dinamika Jakarta.
“Alhamdulillah, rehabilitasi pembangunan sampai minggu ini telah mencapai progresnya 43,622 %. Insya Allah atas doa restu masyarakat Kota Tegal, khususnya Ibu Walikota, pembangunan ini akan selesai sesuai rencana, pada bulan Desember tahun ini. Amiin ya robbal alamin,” tutur Ali Imron.
Seperti diketahui pembangunan rehabilitasi Masjid Agung Kota Tegal Jl. P Diponegoro No. 50 Kota tegal sebagai Perencana CV. Prima Cipta Karsa, Pengawas PT. Adhiyasa Desicon dan kontraktor PT. Ritter Dinamika yang beralamat di Jl. Kedoya Raya No. 33 Jakarta Barat dengan nilai kontrak Rp. 9.532.740.000 No. Kontrak 11.1/YMA/II/2015 tanggal 09 Februari 2015.
Walikota dalam sambutannya mengatakan Hari Raya Idul Fitri adalah sebuah puncak dari rangkaian ibadah yang telah dimulai sejak awal Ramadhan. Setelah melalui ibadah puasa selama sebulan penuh, dan ditutup dengan dikeluarkannya zakat fitrah. Di hari yang fitri itu para muttaqien atau orang-orang yang bertaqwa seperti dilahirkan kembali, tanpa dosa dan tanpa noda sedikitpun.
Idul fitri adalah sebuah masa yang dihadiahkan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang bertaqwa, yakni orang-orang yang telah menunaikan ibadah puasa, untuk membersihkan diri dari segala salah dan khilaf, khususnya kesalahan yang terlahir selama melakukan hubungan / interaksi antar manusia.
“Di 10 hari kedua dalam bulan ramadhan dosa-dosa kita terhadap Allah SWT telah lebur, yakni melalui dibukanya pintu-pintu maghfirah. Selanjutnya Idul Fitri adalah waktu yang tepat bagi kita untuk membersihkan semua kesalahan terhadap sesama manusia,” ungkap Walikota.
Oleh karenanya, Walikota mengajak untuk ikhlaskan hati untuk mengulurkan tangan dan berjabat erat, serta saling meminta maaf, kepada saudara, kerabat, serta seluruh handai taulan. “Agar leburlah semua salah kita, runtuhlah semua dosa kita,” ujar Walikota.
Walikota menyebut sabda Rasulullah SAW yaitu jika dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan, maka dosa keduanya akan diampuni sebelum mereka berpisah” diriwayatkan oleh Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah.
“Singkatnya, setelah diampuni seluruh dosa kita kepada Allah, dan dileburkan semua kesalahan kita kepada sesama manusia, maka kita telah berada dalam kondisi yang kembali suci, laksana bayi yang baru terlahir ke dunia ini. Dan sungguh kita tergolong orang yang merugi, jika kita tidak memanfaatkan momentum idul fitri ini dengan sebaik-baiknya,” kata Walikota.
Sebagaimana layaknya orang yang baru terlahir kembali, Walikota mengajak untuk jalani kehidupan dari nol lagi. Dengan mempraktikkan seluruh pelatihan yang telah dijalani selama bulan Ramadhan. Karena bulan ramadhan hakikatnya adalah bulan latihan, dan praktiknya ada pada 11 bulan ke depan.
Selama bulan ramadhan waktu untutk melatih diri agar tekun beribadah kepada Allah SWT, melatih diri untuk mengendalikan nafsu, mengendalikan pola makan, mengendalikan amarah, rajin bersedekah, serta menghindarkan diri dari hal-hal negatif. Maka sekarang lah saatnya bagi kita untuk mengimplementasikan semua pelatihan dalam kehidupan kita ke depan. “Karena inilah hakikat Idul Fitri,” sebut Walikota.
Pada kesempatan itu, Walikota mengucapkan selamat datang kepada masyarakat Kota Tegal yang baru saja mudik dari luar kota. “Selamat merayakan hari lebaran di kampung halaman, bersama orang tua dan sanak saudara. Semoga waktu mudik yang tidak terlalu lama ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk melakukan silaturahmi, ziarah ke makam orang tua, maupun untuk bernostalgia,” katanya.
Diakhir sambutannya, Walikota atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tegal beserta jajarannya dengan kerendahan hati mengucapkan kepada seluruh masyarakat KotaTegal “selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H”, Taqobalallohu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin, Mohon maaf lahir dan bathin.
Ali Imron dalam khutbahnya menjelaskan mengenai makna Idul Fitri, makna menjalankan ibadah dan tujuan diperintahkannya orang-orang yang beriman menjalankan perintah puasa yakni agar menjadi orang yang bertakwa atau mutaqien, yang didamba setiap orang yang beriman, juga disebutkan mengenai manfaat orang berpuasa. Selain pemelihara kesehatan tubuh juga sebagai pembersih atas dosa-dosanya pada kehidupan akherat kelak.
Usai melaksanakan ibadah sholat Iedul Fitri, Walikota mengadakan open house di Pringgitan Rumah Dinas Walikota Tegal. Selain seluruh anggota Forkopinda Kota Tegal, hadir Wakil Walikota Tegal, Plt. Sekda Kota Tegal, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal, tokoh masyarakat dan masyarakat umu Kota Tegal. (*)