![]()
Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Rubah Bahasa
Untuk mengangkat potensi batu Tegal dan meramaikan Kawasan Pedagang Kaki Lima Stadion Yos Sudarso, Himpunan Pedagang Kaki Lima Indonesia DPD Kota Tegal bekerja sama dengan Komunitas Gemstone Tegal, menggelar Bursa, Pameran dan Kontes Batu Tegal dan Batu Nusantara.
Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua minggu dari mulai tanggal 17 Mei hingga 31 Mei dan akan dibuka oleh Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno pada Minggu (17/5) sore, dengan pemukulan gong dan pemotongan pita.
Ketua HPKLI DPD Kota Tegal Anton Prabowo yang juga menjabat sebagai Panitia kegiatan bersama Bambang Purnama, mengatakan kegiatan Bursa, Pameran dan Kontes Batu Tegal dan Batu Nuantara selain mengenalkan batu Tegal, juga mengenalkan Kawasan PKL di Stadion Yos Sudarso agar lebih ramai dikunjungi masyarakat.
Kawasan ini diharapkan menjadi magnet perekonomian di Kota Tegal, meningkatkan ekonomi kerakyatan menuju ekonomi mandiri, ungkap Anton usai Audiensi dengan Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno, Rabu (13/5). Hadir Ketua Panitia kegiatan Reza Tri Maulana dan penyelenggara kegiatan dari Ayu Production, Deddy Ary Wijayanto.
Bambang mengatakan Tegal memiliki potensi bahan batu (rough material) yang lengkap, karena adanya gunung berapi (Gunung Slamet) dan banyaknya sungai-sungai yang bermata air dari Gunung Slamet.
Keanekaragaman bebatuan di daerah Tegal sebenarnya sangat lengkap, terbukti dengan ditemukannya fosil Samedo yang berumur lebih dari 1,2 juta tahun. Selain itu juga banyak ditemukan batu Vulkanis yang merupakan endapan lahar gunung berapi yang berumur ratusan bahkan jutaan tahun, ungkap Bambang.
Penilaian kontes batu dinilai oleh ahli batu dari paguyuban Gemstone Tegal, penilaian dilakukan selama pameran berlangsung. Kejuaraan yang diperebutkan adalah trophy Walikota Tegal untuk juara 1, 2, 3 Batu Tegal dan juara 1, 2, 3 Batu Nusantara.
Kami sediakan 26 stand dan bursa disediakan berbagai koleksi batu akik, ungkap Reza.
Anton menambahkan usai sertifikasi batu Tegal, diharapkan muncul industri UKM. Untuk mengembangkannya membutuhkan gandengan tangan dari pihak perbankan. Melalui Bank Indonesia fasilitator Badan Musyawarah Perbankan Daerah, nanti diharapkan dilaksanakan workshop dan training bagi UKM dan UKM mendapat bantuan mesin potong dan poles untuk kegiatan ekonomi masyarakat, ungkap Anton.
Walikota Tegal mendukung kegiatan Bursa, Pameran dan Kontes Batu Tegal dan Batu Nusantara. Walikota mengharapkan dari 27 kelurahan di Kota Tegal, salah satunya menjadi sentra batu akik. Dari 27 kelurahan, salah satunya buat sentra batu akik. Sehingga nantinya mendapat multiplier efek, ekonomi dapat bergerak, ungkap Walikota.