Government Tegal City

The realization of the Prosperous Tegal and Dignity-Based Service Excellence

Map Tegal City

Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Rubah Bahasa

Menu
Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Sate ayam khas dengan sambel kacangnyaSate ayam Sidjan, mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Kios sate yang sudah membuka cabang disejumlah tempat di kota Tegal ini, memang menawarkan sensasi kuliner yang nikmat luar biasa. Tak jarang banyak pembeli yang akhirnya terpuaskan dan menjadi langganan rutin sate ayam Sidjan. Sampai sekarang, meski Sidjan sudah tiada dan usaha satenya diteruskan oleh anak dan cucu-cucunya, masih saja ramai dikunjungi.

Chasan, salah satu cucu Sidjan, warga jalan Salak gang Kates No. 4 Kota Tegal menuturkan, kakeknya yang merupakan warga asli Tegal adalah pencetus usaha sate ayam di keluarganya. Seingat Chasan, kakeknya berjualan sate ayam sejak usia muda dengan berjualan pikulan keliling. Dulu, sate ayam yang dibuatnya menggunakan daging ayam kampung, karena pada waktu itu belum banyak ayam potong. Sate yang disajikan oleh Kakek, dibuat dengan daging yang besar-besar dan sambal kacang yang kental dengan rasa kacang yang khas.

Chasan, anak pertama dari 5 bersaudara saat itu awalnya kerap membantu ayahnya berjualan dan dibantu dengan saudara-saudaranya. Tepat tahun 2005, Tjasmadi meninggal dunia dan mewariskan usahanya kepada anak-anaknya. dengan tekad bulat untuk menjadi seorang wiraswasta, Chasan mengembangkan usaha sate ayam Sidjan dengan membuka cabang di jalan Kapten Ismail no. 48 Tegal. Sudah menjadi amanat dari Kakek dan Orang tuanya, untuk selalu mempertahankan citarasa masakannya. Oleh karena itu, Pria kelahiran ’77 ini, terus menjaga kualitas dan rasa sate ayamnya, meski ditengah-tengah kenaikan harga bahan baku. Baginya yang terpenting, konsumen bisa terlayani dan menikmati dengan puas.

Menurut Chasan, sate ayam yang dibuat, tidak jauh berbeda dengan sate ayam pada umumnya, yang dibakar diatas bara arang. Namun ada beberapa resep tambahan pada bumbu dan sambel kacang yang menambah cita rasa sate ayam khas Sidjan. Untuk harga per kodi, Chasan mengaku lebih mahal dibanding dengan sate ayam lainnya, yakni Rp. 30.000,- per kodi. Namun harga tersebut jelaslah sebanding dengan daging satenya yang besar dan sambal kacangnya yang kental dengan rasa khas.

Sudah ada 4 kios sate sidjan yang tersebar di kota Tegal. Untuk memenuhi permintaan konsumen, rata-rata dalam sehari Chasan mampu menghabiskan 80 ekor ayam potong, 30 kg kacang bogares, 2 kg gula pasir dan 10 buah gula merah. Untuk ketersediaan daging ayam, Chasan membeli dibeberapa agen yang ada di kota Tegal. Sedangkan bahan-bahan masakan lainnya dibeli disejumlah pasar. Dari ke empat kiosnya ini, Chasan mengelola sedemikan rupa dengan cara saling melengkapi. Jadi manakala ada salah satu kios kehabisan ketersediaan sate, maka akan diisi oleh kios lain yang stoknya masih tersedia banyak.

Kini Chasan benar-benar menikmati hasil kerja keras dari prinsip usahanya yang selalu mengedepankan kualitas. Banyak pembeli yang berdatangan, dari dalam kota, Brebes, Pemalang, Slawi, bahkan ada dari luar kota untuk sekedar menikmati atau untuk oleh-oleh. Sekarang Chasan dan saudara-saudaranya sudah membuka cabang di jalan Setiabudi dan jalan Serayu.

Top