Government Tegal City

The realization of the Prosperous Tegal and Dignity-Based Service Excellence

Map Tegal City

Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Rubah Bahasa

Menu
Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno berkesempatan menghadiri “Refleksi dan Apresiasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup” yang di selenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Senin (13/10) malam di Gedung Birawa Hotel Bidakara Jakarta Selatan.Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno berkesempatan menghadiri “Refleksi dan Apresiasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup” yang di selenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Senin (13/10) malam di Gedung Birawa Hotel Bidakara Jakarta Selatan.

Acara yang dihadiri oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono dan beberapa menteri ini merupakan cerminan seluruh hasil kinerja KLH dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Menteri LH, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA menyampaikan langsung reflesi dan apresiasi sekaligus memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung KLH.

Menteri LH juga memberikan “Penghargaan Asasta Buana Kepemimpinan Lingkungan Hidup Indonesia 2014”. Apresiasi diberikan kepada pemimpin dengan 6 kategori kepada Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Dr. Ali Masykur Musa M.Si, M.Hum, Anggota IV BPK RI, Dr. H. Soekarwo M.Hum Gubernur Jatim, Ir. Tri Rismaharini MT, Walikota Surabaya, Ir. Galaila Karen Agustiawan Pimpinan PT. Pertamina sejak 5 Februari 2009 - 1 Oktober 2014 dan Ir. Erna Anastasia Witoelar M.Si, pelopor gerakan lingkungan di masyarakat.

Usai menerima penghargaan, Ani dalam pengarahannya mengatakan penghargaan ini sejatinya merupakan penghargaan untuk kaum perempuan Indonesia, yang selama ini telah berperan aktif dalam pemeliharaan lingkungan. Ani mengajak hadirin semua untuk tidak pernah berhenti menebarkan virus gemar menanam dan memelihara lingkungan di seluruh Indonesia, serta menjadikan hidup bersih dan sehat menjadi budaya bangsa Indonesia. “Karya kita pada hari ini adalah warisan bagi generasi yang akan datang,” ungkap Ani.

Ani menyebut malam tersebut merupakan malam terakhir beliau berpidato menjadi ibu negara, karena sebentar lagi akan dilantik presiden dan ibu negara yang baru.

“Lingkungan yang bersih dan sehat dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan kita, kita tak boleh menjadi penonton tetapi menjadi pelaku yang bisa mengubah lingkungan menjadi lebih baik bagi kehidupan bangsa,” ajak Ani.

Sementara Balthasar mengatakan KLH berupaya serta memastikan pembangunan Indonesia berjalan pro-growth, pro-job, pro-poor dan pro environmental. Menurutnya keberpihakan pemerintah terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup selama ini adalah untuk tercapainya pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan, sebagaimana arahan Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, guna memastikan bahwa setiap orang berhak mendapatkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945.

Sebagai wujud refleksi KLH dalam pelaksanaan kebijakan dan program tahun 2009-2014, disampaikan mengenai empat capaian pokok, antara lain pertama untuk memastikan terkendalinya laju pencemaran yang berhasil menurunkan beban pencemaran dari kegiatan industri, domestik dan pertambangan ramah lingkungan secara signifikan melalui PP tentang izin lingkungan, PP tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga serta RPP pengelolaah limbah B3.

Kedua, memastikan peran Indonesia dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan kebijakan penurunan gas rumah kaca (GRK) 26 persen kondisi business as usual tahun 2020 dengan program inovasi antara lain Inventariasi GRK, MRV, Green Province, IPCC Indonesia dan Program Kampung Iklim (PROKLIM).

Ketiga, untuk memastikan peningkatan pelayanan publik dan peningkatan kapasitas, baik bagi aparat pemerintah maupun bagi komponen masyarakat, telah dihasilkan beberapa capaian, misalnya penegak hukum, terbangunnya Komunitas Pendidikan Lingkungan (Adiwiyata) sebanyak 4.320 sekolah.

Keempat, berperan secara aktif dan memperkuat diplomasi Indonesia serta menjadi tuan rumah bagi kegiatan global dan regional serta ratifikasi konvensi Nagoya untuk keanekaragaman hayati, konvensi Roterdam dan Asean Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP).

Top