Government Tegal City

The realization of the Prosperous Tegal and Dignity-Based Service Excellence

Map Tegal City

Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Rubah Bahasa

Menu
Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Penyebaran Human Immuno Defisiency Virus (HIV), Aquired Immuno Defisiency Syndrom ( AIDS) di dunia semakin pesat. Termasuk di dalamnya di Indonesia dimana HIV AIDS merupakan penyakit yang menjadi masalah dunia dan sampai sekarang belum ada obatnya. Demikian disampaikan Wakil Walikota, yang juga sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan  AIDS M. Nur Sholeh di depan 120 mahasiswi Universitas Pancasakti Kota Tegal dalam acara Sosialisasi HIV AIDS, di Aula UPS Rabu (15/10).

Wakil Walikota, menyampaikan berdasarkan laporan resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, jumlah penderita HIV di Jawa Tengah dari tahun 1993 hingga Juni 2014 terdapat 9.393 kasus, dengan rincian : HIV 5.087 kasus AIDS 4.306 kasus dan meninggal  978 kasus atau 23%.
Ia prihatin dengan kelompok profesi yang rentan dengan HIV AIDS adalah profesi ibu rumah tangga, yang menduduki peringkat ke-2, setelah profesi wiraswasta di urutan ke-1.

Menurutnya Pemkot memprioritaskan pengendalian kasus HIV AIDS dengan mengedepankan usaha-usaha pencegahan dengan penemuan kasus, melalui kegiatan penyuluhan langsung kepada masyarakat, screening darah pendonor di PMI, sero survey pada kelompok beresiko, dioperasionalisasikan layanan klinik VCT dan CST di RSUD Kardinah serta layanan VCT di BP4.
Wawalkot berharap dalam menanggulangi HIV AIDS ini butuh dukungan penuh dari segenap komponen yang ada, sebab menurutnya, penanggulangan HIV AIDS tidak akan berhasil tanpa dukungan dari semua unsur.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara Sosialisasi HIV AIDS, yang sekaligus Sekretaris KPA Marsetyanto menyampaikan di Kota Tegal sendiri juga tidak terbebas dari penyakit atau kasus HIV AIDS, Ia menyampaikan jumlah penderita HIV AIDS dari tahun 2008 sampai bulan Agustus 2014 ditemukan sebanyak 384 penderita terdiri dari 179 HIV dan 195 AIDS. Dari kasus tersebut 57 penderita diantaranya telah meninggal dunia.

Marsetyanto menjelaskan pertemuan sosialisasi HIV AIDS memang dilakukan secara rutin, dan dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat, karena menurutnya penyebaran HIV AIDS ini tidak mengenal strata sosial, dan salah satunya sosialisasi yang dilakukan sekarang kepada mahasiswi UPS.

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang kondisi epidemilogi HIV AIDS di kota Tegal, memberikan pengetahuan HIV AIDS yang komprehensif bagi Mahasiswi UPS Kota Tegal. Selain itu juga untuk meningkatkan peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS.

Materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut diantaranya pengetahuan tentang HIV AIDS, promosi klinik  IMS dan VCT, peran serta masyarakat sebagai PEER Educator (pendidikan sebaya).

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pertemuan ini secara aktif sampai selesai dan setelah mendapat sosialisasi bisa meningkatkan perilaku hidup sehat dan aman, mendorong dan memotivasi masyarakat untuk mengakses layanan konseling dan tes HIV secara sukarela. Selain itu juga diharapkan bisa meningkatkan apresiasi civitas akademika dalam mengupayakan pengendalian HIV AIDS di lingkungan masing-masing.(tomi)

Top