Government Tegal City

The realization of the Prosperous Tegal and Dignity-Based Service Excellence

Map Tegal City

Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Rubah Bahasa

Menu
Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno saat memaparkan Kelurahan Pesurungan Lor (Peslor), Kecamatan Margadana, Kota Tegal, dihadapan Tim Penilai Lomba Habitat 2014, Kamis (2/10) di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa TengahWalikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno secara langsung memaparkan Kelurahan Pesurungan Lor (Peslor), Kecamatan Margadana, Kota Tegal, dihadapan Tim Penilai Lomba Habitat 2014, Kamis (2/10) di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah. Kehadiran Kepala Daerah Kota Tegal dalam paparan lomba yang diikuti 35 kabupaten/kota tersebut, dinilai menjadi point tersendiri.

“Kehadiran Walikota secara langsung adalah sebagai bentuk komitmen dan kepedulian terhadap pengembangan pembangunan lingkungan di setiap sudut Kota Tegal,” ungkap Walikota.

Paparan dilakukan dihadapan Tim Juri Lomba Habitat 2014 dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia (HDD) yang terdiri dari Ir. Arief Djatmiko, MA. Ir. Endah Tri W, MT. Ir Sunarti, MT. Ir. Adirsyah Sebayang, Ir. M. Agung Ridlo, MT, Ir. Toni Mukartono, Ir. Djoko Santoso dan Ir. Cocong Arif Priyono.

Sementara Walikota didampingi oleh Kepala Diskimtaru Kota Tegal Nur Effendi dan SKPD terkait seperti Anita Setyaningsih ST, MT. Kabid Cipta Karya DPU Kota Tegal, Imam Sutopo SH. Kabid Pemberdayaan Masyarakat BPMP dan KB Kota Tegal, dan Lurah Peslor Heri Prabowo, Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kota Tegal Idea Riseta, Koordinator BKM Berkah Perdana Peslor Sri Asih dan perwakilan warga RW III Kelurahan Peslor.

Dalam pemaparannya yang berjudul “Suara Kami Suara Hati : Pesurungan Lor yang Asri Bukan Sekedar Mimpi”, Walikota menyebut Kelurahan Peslor memiliki tipologi pemukiman kumuh daerah pasang surut karena tergenang air pasang surut rob dengan luas lahan 100 ha sehingga perlu upaya penanganan yang menyeluruh melalui program Bedah Lingkungan.

“Kawasan itu kini sudah mendapat penanganan secara tripartit, yakni kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot), pihak swasta dan masyarakat,” ungkap Walikota.

Kegiatan yang sudah dilaksanakan di Kelurahan Peslor khususnya RT 05, 06 dan 07 RW III secara tripartit antara lain oleh FPSDP Kelurahan dengan program jambanisasi, pembangunan saluran dan pavingisasi dan tembok keliling. BKM (PNPM Sanitasi dan BLM) antara lain Pembangunan MCK Plus, pembangunan RTLH, Pembangunan Gedung Posyandu, Pelatihan ketrampilan dan Ekolir (perguliran modal usaha). Sementara dari dinas teknis/instansi melaksanakan pembangunan dan normalisasi saluran, pembangunan jalan pavingisasi dan peninggian jalan, pembangunan air bersih, pembangunan TPST dan pembangunan gubug temu Pokdakan. Sedangkan bantuan lainnya dari CSR PT. Bank Jateng untuk pembangunan saluran drainase, pengembangan usaha mina pedesaan, bantuan peralatan usaha, bantuan operasional keagamaan dan bantuan alat mesin peternakan.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap lingkungan. Ada dampak psikologis kalau kita tinggal di lingkungan yang asri dan sejuk berdampak juga pada karakter warga sehingga menjadi warga yang baik,” ungkap Walikota.

Peslor terpilih menjadi lokasi yang mewakili Kota Tegal dalam rangka penilaian Lomba Habitat 2014 yang diselenggarakan oleh Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah. Lomba ini untuk memperingati Hari Habitat Dunia yang telah menjadi agenda nasional dan dilaksanakan secara rutin dari tahun ke tahun dengan berbagai tema dan sub tema yang mengaju pada United Nation-Habitat (UN-Habitat). Tema yang dipilih oleh UN-Habitat untuk tahun 2014 ini adalah Voices from Slums (Suara dari Kawasan Kumuh/Suara Penghuni). Lomba ini dilaksanakan setiap awal bulan Oktober setiap tahunnya, sejak tahun 2001.

Dalam paparan tersebut, selain ditampilkan keadaan RW III Kelurahan Peslor sebelum penanganan dan sesudah penanganan, juga ditampilkan suara warga kawasan tersebut yang berpenduduk 1.164 jiwa atau 236 KK.

Salah satunya Suswedi, yang menyebut zaman dahulu RW III terkenal sangat kumuh. Banjir saat hujan dan rob jika air laut pasang. “Alhamdulillah setelah ada bedah lingkungan dan program pembangunan, sejak itu tidak alami kebanjiran lagi. Saya berharap pemerintah pro aktif menjaga dan mengawasi kegiatan yang sudah dilaksanakan,” ungkap Suswedi.

Heri Prabowo mengharapkan kesadaran dan kepedulian warga untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Warga sadar untuk meninggikan lantai rumah sejajar dengan jalan yang kondisinya saat ini sudah tinggi. Demikian juga tanah kosong agar tidak tergenang oleh air.

Seperti diketahui, Lomba Hari Habitat Dunia 2014 Provinsi Jawa Tengah dimaksudkan menjawab tantangan penanganan kawasan permukiman kumuh di Jateng, yang sejalan dengan prioritas pembangunan di Jateng yang menekankan pada penanganan kawasan permukiman kumuh.

Selain itu, lomba ini bertujuan mendorong dan meningkatkan perhatian dan kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan pengembangan perumahan dan permukiman, khususnya penanganan kawasan permukiman kumuh. Selain itu untuk meningkatkan inovasi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan pengembangan perumahan dan permukiman dalam upaya penanganan kawasan permukiman kumuh.

Seperti tahun sebelumnya, dari lomba ini akan diambil 6 besar terbaik sebagai juara, mewakili Provinsi Jawa Tengah pada Peringatan Hari Perumahan Nasional 2015 yang diselenggarakan Kementerian Perumahan Rakyat. Pada tahun 2012, Kelurahan Panggung sebagai wakil Kota Tegal di lomba yang sama keluar sebagai juara kedua.

Sebagai motivasi bagi pemerintah Kabupaten/Kota, penghargaan/hadiah lomba akan diberikan dalam bentuk program kegiatan pembangunan prasarana lingkungan permukiman yang ditujukan untuk mengurangi/mengentaskan kawasan permukiman kumuh di daerahnya masing-masing.

Penghargaan/hadiah ini menggunakan dana APBD Provinsi Jawa Tengah yang akan direalisasikan pada tahun anggaran 2015 bagi nominator ke 1,2,3,4,5 dan 6. Selain mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah melalui APBD Provinsi Jawa Tengah, nominator terbaik yang sesuai dengan kriteria akan diusulkan ke Menteri Negara Perumahan Rakyat RI untuk pemberian penghargaan Adiupaya Puritama Tahun 2015 Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman kepada Pemerintah Kabupaten/Kota.

Top