Government Tegal City

The realization of the Prosperous Tegal and Dignity-Based Service Excellence

Map Tegal City

Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Rubah Bahasa

Menu
Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno menerima PPH Program sAIIG yang diserahkan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Boediarso Teguh Widodo  dalam Acara Peresmian Kampanye Publik sekaligus Penandatangan dan Penyerahan Perjanjian Penerusan Hibah (PPH) Program Hibah Infrastruktur Sanitasi Australia – Indonesia (sAIIG), Selasa (23/09), di Gedung Djuanda I, Ruang Serba Guna Lantai Mezzanine Kompleks Kementerian Keuangan Jakarta.Kota Tegal berkomitmen menerima dana hibah Program Hibah Infrastruktur Sanitasi atau Sanitation Australia-Indonesia Infrastructure Grants (sAIIG). Komitmen ini dibuktikan dengan telah ditandangani dan diterimanya Perjanjian Penerusan Hibah (PPH) Program Hibah Infrastruktur Sanitasi oleh Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Walikota menerima PPH yang diserahkan oleh Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Boediarso Teguh Widodo dalam Acara Peresmian Kampanye Publik sekaligus Penandatangan dan Penyerahan Perjanjian Penerusan Hibah (PPH) Program Hibah Infrastruktur Sanitasi Australia – Indonesia (sAIIG), Selasa (23/09), di Gedung Djuanda I, Ruang Serba Guna Lantai Mezzanine Kompleks Kementerian Keuangan Jakarta.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Boediarso Teguh Widodo dan Minister Development Coorperation DFAT James Gilling turut menyaksikan penandatanganan dan penyerahan PPH oleh 43 Pemda. Beberapa diantaranya seperti Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Muara Enim, Kota Cimahi, Kabupaten Kebumen, Kota Tegal, Kota Bontang, Kota Balikpapan, Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Serang, Kota Ambon, Kota Yogyakarta dan termasuk Kota Tegal.

Boediarso mengatakan melalui program hibah sAIIG ini Dirjen menggarisbawahi pentingnya peran Kepala Daerah dalam menyediakan infrastruktur sanitasi di daerahnya dalam acara pendandatanganan tersebut. “Komitmen ini merupakan wujud nyata perhatian dan upaya para Kepala Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing, khususnya di bidang sanitasi,” kata Boediarso.

Program Hibah Infrastruktur Sanitasi Australia-Indonesia ini merupakan salah satu dari beberapa program hibah kerjasama antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. Program tersebut dibiayai pemerintah Australia dan beroperasi dibawah kemitraan Australia-Indonesia. Dengan hibah senilai 40 juta Dollar Australia, program ini dilaksanakan oleh Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) melalui skema bantuan berbasis kinerja bekerjasama.

Dalam Program Hibah tersebut Pemda berkomitmen untuk terlebih dulu melakukan investasi dengan membangun infrastruktur dengan dana APBD. Setelah dilakukan verifikasi, dana hibah akan disalurkan kepada Pemda.

“Pembangunan sarana sanitasi merupakan bagian dari upaya Pemerintah Indonesia mewujudkan komitmennya terhadap kesepakatan tujuan pembangunan millenium (Millennium Development Goals –MDGs), 69 persen penduduk Indonesia harus memperoleh air minum yang layak dan 62 persen penduduk Indonesia mendapatkan akses sanitasi yang layak pada tahun 2015,” ungkap Boediarso.

James Gilling dalam sambutannya menyebutkan sanitasi merupakan hal penting dalam kehidupan. Sementara usai menerima PPH, Walikota mengatakan dengan diserahkannya PPH sAIIG oleh Kementerian Keuangan RI, Kota Tegal berkomitmen untuk melaksanakan percepatan pembangunan sanitasi melalui pembangunan instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) demi menunjang tercapainya kesejahteraan masyarakat Kota Tegal.

“Ini menjadi kebanggaan Pemkot Tegal karena menjadi salah satu dari 43 Pemda di seluruh Indonesia yang menerima dana hibah ini. Hal ini juga menjadi bukti, bahwa Pemkot Tegal telah serius dalam pemenuhan kebutuhan dasar mayarakat, sebagai upaya pelayanan prima dalam rangka meningkatkan infrastruktur lingkungan pemukiman Kota Tegal yang sehat,” ungkap Walikota.

Demi mensukseskan program ini, Walikota mengarapkan pertisipasi aktif masyarakat bersama-sama dengan Pemkot Tegal untuk meningkatkan cakupan layanan sanitasi.

Tri Setyo Wibowo ST Staf Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah BAPPEDA Kota Tegal, mengatakan Pemkot Tegal saat ini sedang membangun dua Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kelurahan Kaligangsa dan Kelurahan Slerok melalui dana APBD 2014 senilai Rp. 1,6 miliar. Pembangunannya dilaksanakan oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Tegal. Masing-masing IPAL rencananya mengintegrasi 200 sambungan rumah. Satu sambungan rumah dihargai Rp. 4 juta dimana dana tersebut nantinya di reimbussment atau diganti oleh dana hibah sAIIG.

Dalam acara tersebut juga diadakan talks show yang meniginformasikan bahwa waktu penarikan terakhir dana hibah yang semula 30 Juni 2015 diperpanjang hingga Januari 2016. Sehingga memberikan kesempatan pada Pemkot Tegal untuk memenuhi persyaratan dan target yang ditentukan oleh sAIIG.

“Saat ini progress pembangunan baru mencapai 18,75 persen. Outputnya direncanakan mencapai 400 sambungan rumah. Namun saat ini baru ada 319 sambungan rumah yang terkonfirmasi,” kata Tri yang menyebut angka tersebut berasal dari hasil survey Identifikasi Rumah Calon Pelanggan sebagai bagian Activity Q254 Australia Indonesia Insfrastructure Grants for Municipal Sanitation oleh PT AECOM Indonesia, sebagai mitra sAIIG.

Sebelumnya pada tahun 2011, Kota Tegal juga pernah menerima dana hibah dari Pemerintah Australia melalui AUSAID yang digunakan untuk membangun septic communal skala kawasan. Namun jumlah sambungan rumahnya tidak sebesar program dari sAIIG, hanya berkisar 20-30 sambungan rumah.

Top