Government Tegal City

The realization of the Prosperous Tegal and Dignity-Based Service Excellence

Map Tegal City

Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Rubah Bahasa

Menu
Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Bantuan pendanaan asing dalam penanggulangan HIV dan AIDS dari Global Fund (GF), di tahun 2015 akan berakhir. Hal ini terungkap dalam rapat empat bulanan Komite Penanggulangan Aids (KPA) kota Tegal di ruang rapat lantai I Setda Kota Tegal, yang di hadiri langsung oleh ketua KPA yang sekaligus Wakil Walikota Tegal M. Nursoleh, Kepala Dinas Kesehatan kota Tegal Muhammad Hafidz dan sekretaris KPA kota Tegal, Marsetyarto, Senin (22/9).

Selama ini porgram penanggulangan HIV dan AIDS lebih dari 70 % didanai oleh pihak asing. Termasuk di dalamnya GF yang banyak memberikan dana kepada Indonesia untuk program HIV dan AIDS.

Menanggapi akan diberhentikannya bantuan tersebut, Ketua KPA sekaligus Wakil Walikota Tegal M Nursoleh menyampaiakan, pihaknya tetap semangat, dan agar penanggulangan HIV AIDS kota Tegal bisa tetap berjalan, Ia berusaha agar anggaran penanggulangan HIV dan AIDS bisa dimasukan kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) II di tahun 2016, termasuk teknis pelaksanaannya. Tak hanya itu, Nursoleh juga melontarkan wacana untuk perda HIV dan AIDS.

 

Wakil Walikota merasa prihatin dan merasa perlu penanganan yang tepat untuk masalah HIV dan AIDS, apalagi setelah Global Fund berencana akan menghentikan bantuan untuk penanggulangan HIV AIDS tahun 2015 mendatang. Dengan penanganan yang tepat penanggulangan HIV AIDS di Kota Tegal dapat berjalan dan bisa meminimalisir kasus-kasus yang ada.

Dalam kesempatan yang sama, kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Muhammad Hafidz menyampaikan saat sekarang ini sebenarnya pihaknya sedang hangat-hangatnya melakukan penanggulangan HIV dan AIDS, dan terkait dengan rencana pemberhentian bantuan GF tersebut, Ia berharap pada tahun 2015 untuk kasus HIV dan AIDS di kota Tegal sudah bisa tertangani dengan baik, sehingga untuk penanganan setelah tahun 2015, pihaknya tidak terlalu terbebani anggaran yang terlalu berat.

Muhammad Hafidz menjelaskan, untuk kasus di kota Tegal perlu terus di waspadai, dari temuan kasus HIV dan AIDS kota Tegal sampai dengan Agustus 2014, tercatat ada 36 kasus HIV, 38 kasus AIDS dan 7 meninggal dunia, jika di total jumlah dari tahun 2008 sampai Agustus 2014 ada 180 HIV, 204 AIDS dan 63 orang meninggal Dunia.

Sementara untuk kasus Warga Kota Tegal Sendiri ada, Januari sampai Agustus 2014 ada 11 HIV, 11 AIDS dan 2 meninggal dunia, sedangkan jumlah total khusus warga kota Tegal dari 2008 sampai 2014 untuk HIV 62 penderita, AIDS 54 penderita dan 26 meninggal dunia.

Dan jika dilihat dari penyebarannya, kecamatan Tegal Barat paling banyak penderita HIV dan AIDS, Kadinkes menambahkan, Kota Tegal masih mempunyai pekerjaan rumah untuk menditeksi penderita HIV dan AIDS yang belum teridentifikasi. Berdasarkan survey dari Kementrian Kesehatan di tahun 2009 orang dengan HIV dan AIDS di Kota Tegal ada 177 penderita, namun sampai dengan sekarang baru terditeksi dan dilaporkan ada 116 kasus, artinya masih ada orang dengan HIV dan AIDS yang belum terindentifikasi.

Ia berharap upaya penanggulangan IMS dan HIV-AIDS bukanlah hanya tanggung jawab dari bidang kesehatan saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) terkait, termasuk LSM dan masyarakat, untuk itu maka harus dilakukan secara terpadu, agar bisa mencapai target dimaksud.(tomi)

Top