![]()
Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Rubah Bahasa
Upaya memberikan pemahaman tentang kebanksentralan serta keaslian uang terus digalakkan Bank Indonesia. Hal ini untuk menekan angka peredaran uang palsu sebab dengan masyarakat yang cerdas, cermat teliti akan memutus mata rantai para pelaku pengedar Upal. Seperti di kota Tegal, edukasi mengenai kebanksentralan dan sosialisasi tentang ciri-ciri uang asli dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegan dengan menggelar wayang santri.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBl) Tegal, Bandoe Widiarto mengatakan, Pentas Wayang Santri dengan Dalang Ki Enthus Susmono (Bupati Tegal) diselenggarakan di Taman Rakyat Slawi (TRASA) pada hari Jumat (19/9) mulai pukul 19.30 WlB. Sosialisasi dengan media wayang santri dipilih dengan maksud untuk lebih mendekatkan diri dan menyapa masyarakat dalam bahasa dan budaya masyarakat Jawa, sehingga diharapkan pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah ditangkap, dipahami dan diingat.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya tradisonal khususnya wayang, Penyelenggaraan kegiatan ini melengkapi beberapa program yang telah dilaksanakan sebelumnya seperti kegiatan Pameran Koleksi Uang kuna di Kota fegal, 3D on the street ToT Kebanksentralan kepada Pendidik/ pengajar, Program Kunjungan Belajar, Kuliah Umum dan edukasi melalui media massa.
Melalui serangkai program edukasi, diharapkan masyarakat akan semakin memahami fungsi dan peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang diberikan mandat oleh UU sebagai otoritas moneter, sistem pembayaran dan makroprudensial di tengah-tengah dinamika perubahan yang terjadi. Melalui program Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) masyarakat diajak untuk mengenal dengan baik keaslian uang rupiah dengan tehnis 3 D ( Dilihat, Diraba dan Diterawang ) dan dimotivasi untuk semakin mencintai Rupiah dengan sepenuh hati melalui program 3D ( Didapat, Disimpan dan Disayang ).
Pada akhirnya, diharapkan kepada masyarakat untuk semakin berperan dan terlibat aktif dalam menjadikan Rupiah sebagai simbol dari kedaulatan negara yang wajib dicintai, dihormati dan dihargai.