![]()
Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Rubah Bahasa
Puluhan orang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh serta ulama Kota Tegal Jumat (19/9) mendatangi Kantor Kementerian Agama Kota Tegal. Kedatangannya merupakan buntut atas kalimat yang terdapat pada halaman 14 Buku Sejarah Kebudayaan Islam yang diperuntukkan bagi siswa siswi MTs kelas VII. Tertulis sebuah kalimat Berhala adalah Kuburan Para Wali. Hal ini menurut ulama kesalahan fatal yg bisa membuat umat muslim yang berpegangan pada ahlus sunah waljamaah geram.
Ketua MUI Kota Tegal, KH Abu Chaer Annur mengatakan, ulama meminta Kemenag segera menarik buku tersebut. Umat muslim Indonesia yang rata-rata ahlus sunah waljamaah merasa tersakiti. Terlebih dalam kalimat tersebut merupakan para Wali yang dikenal sebagai kekasih Allah malah dianggap sebagai berhala.
"Dari kalimat tersebut dapat diartikan mereka yang ziarah adalah golongan musyrik, kafir dan penyembah berhala". Tegas Abu Chaer.
Penulisan kalimat itu, dinilainya sebagai unsur kesengajaan bukan human error. Sebab pada proses pembuatan buku dari mulai isi, bentuk tulisan dan susunannya sudah dipertimbangkan, dicermati dan penuh ketelitian. Jika ada keselahan pastinya akan segera direvisi sebelum dicetak. Abu menegaskan, Kemenag harus segera menarik buku tersebut secepatnya. Ulama memberi tenggang waktu selama seminggu buku harus sudah ditarik dan diminta untuk segera dimusnahkan.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Kota Tegal melalui KaSie Binmas, H Akhmadi yang menemui para ulama mengatakan bahwa Kemenag sudah memberikan surat edaran ke sekolah-sekolah agar buku tersebut segera dikembalikan. Sedikitnya ada 8 buah buku yang diberikan kepada guru MTs baik negeri maupun swasta sebagai bahan mengajar. Namun dikarenakan adanya kesalahan kalimat tersebut maka buku akan ditarik dan untuk sementara sebagai buku acuan menggunakan buku tahun lalu. Karena dalam waktu dekat siswa siswi MTs akan melaksakan Ujian Tengah Semester.