![]()
Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Rubah Bahasa
Ada angin segar untuk neyalan Kota Tegal. Nelayan diperbolehkan membeli kebutuhan solar untuk kapal di SPBU 44.521.17 atau Dedy Jaya di Tegalsari sepanjang mendapatkan rekomendasi dari Kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Tegalsari atau Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislatan) Kota Tegal. Sebelumnya pembelian solar di SPBU Dedy Jaya oleh nelayan dilarang, tetapi Pertamina kemudian menyikapi permasalahan yang sedang dihadapi nelayan.
Namun pembelian di SPBU Dedy Jaya baru akan dilayani setelah ada ketentuan yang jelas mengenai kelengkapan administrasi dan pengaturan mekanisme pembelian. Kelengkapan administrasi misalnya harus menyertakan Surat Rekomendai dari PNKT, Surat Rekomendasi dari P3 Tegalsari atau Dislatan Kota Tegal, SIUP, SIPI dan Kartu BBM untuk setiap kapal.
Hal tersebut merupakan hasil pertemuan pihak-pihak terkait yang difasilitasi Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno terkait kebijakan pusat terhadap pengurangan pasokan BBM solar untuk kapal sebesar 20 persen. Pertemuan ini merupakan tindaklanjut hasil dialog Walikota dengan PNKT pada Senin (15/9) di Kantor PNKT Kota Tegal Kompleks Pelabuhan Jongor Tegalsari, dimana PNKT mendesak Pemkot untuk peduli terhadap permasalahan yang sedang dihadapi nelayan.
Hadir dalam pertemuan itu Kapolresta Tegal AKBP Bharata Indrayana SIK, Plt Sekda Kota Tegal Diah Kemala Sintha, Kabag Ops Polres Tegal Kota, Kompol Suwandi, Executive Retail Pertamina wilayah eks Karesidenan Pekalongan Sindhu Priyo Windoko, Kepala Dislatan Kota Tegal Ir Noor Fuady, Kepala P3 Tegalsari Agus Budiono, Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Setda Kota Tegal Pemilik SPBU Dedy Jaya Muhadi, Pengawas SPBU Dedy Jaya Yakob, Ketua PNKT Kota Tegal H Eko Susanto.
“Ini bentuk kepedulian Pemkot Tegal. Pemkot ikut membantu nelayan, meskipun belum menyelesaikan akar permasalahan tetapi ada solusi yang segera diimplementasikan terhadap persoalan kekurangan pasokan solar. Nelayan supaya sabar. Laksanakan dengan mekanisme yang sesuai aturan dan kita akan berkoordinasi lebih lanjut,” ungkap Walikota.
Eko Susanto menyebutkan bagi nelayan yang akan mengambil solar di SPBU Tegalsari, PNKT akan mengeluarkan rekomendasi. Hal tersebut untuk mengetahui kapal yang akan mengambil solar berada di laut atau sedang di darat,” ungkap Eko.
Dalam pertemuan tersebut, yang menjadi perhatian utama adalah mekanisme penyaluran BBM solar. Disebutkan Sindhu, Pertamina hanya memasok BBM ke SPBU. Sedangkan penyaluran BBM ke nelayan menjadi tugas SPBU.
“Pertamina menyikapi situasi ini. Sepanjang ada rekomendasi Pertamina tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kuota, Pertamina hanya mendapatkan jatah dari Badan Pengatur Hilir Migas. ,” ungkap Sindhu. Pertamina siap jika ada permintaan penambahan kuota dari SPBU Dedy Jaya.
Sementara Muhadi mengatakan sepanjang belum ada rekomendasi dari instansi terkait, pihaknya tidak akan menjual solar kepada nelayan. Disebutkannya, SPBU Dedy Jaya memiliki kapasitas solar sebanyak 32 ton liter. Namun untuk rata-rata harian hanya melayani 8 ton liter untuk satu kali DO setiap hari. Ada fasilitas dua nozle yang digunakan, nanti diatur satu untuk mayarakat biasa dan satu untuk nelayan. “Kalau nanti memang diperlukan bisa tambah DO untuk mencukupi kebutuhan nelayan,” ungkapnya.
Bharata Indrayana menyebutkan pihaknya akan menerjunkan aparat untuk melakukan pengawasan dan pengamanan sehingga tidak terjadi penyelewengan bahkan terjadinya rush akibat antrian panjang. Masyarakat biasa dilarang untuk ikut membeli solar dengan jerigen, hanya nelayan yang memilik rekomendasi yang dilayani. “Jangan sampai masyarakat ikut-ikutan, padahal SPBU hanya melayani nelayan yang sedang kesulitan solar,“ ungkapnya.
Sementara menurut Agus Budiono, kartu BBM sebagai syarat membeli BBM bagi setiap kapal, baru 520 kartu yang diambil oleh nelayan. “Kalau hari ini hampir 600 kartu. Ada beberapa yang belum diambil karena sedang melaut,” ungkap Agus.
Dengan adanya kebijakan ini disebutkan Eko sangat membantu nelayan. “Sangat membantu sekali, ibarat sedang kelaparan dikasih makanan,” ungkap Eko. Data di PNKT menyebutkan ada 56 kapal yang sedang antre solar di BLB CV Petro Mina sedangkan di SPBN KUD Karya Mina sebanyak 63 kapal. Padahal sampai tanggal 25 September solar di SPBN KUD Karya Mina akan habis.