Government Tegal City

The realization of the Prosperous Tegal and Dignity-Based Service Excellence

Map Tegal City

Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Rubah Bahasa

Menu
Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Kepala BKD Kota Tegal menyematkan tanda peserta Diklat Pengadaan barang/jasa“Memang kasus korupsi yang ada, 60% didominasi oleh masalah pengadaan”, demikian di sampaikan Hery Suliantoro, Narasumber dari Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) wilayah Jawa Tengah sesaat setelah pembukaan Bimbingan Teknik (Bintek) Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kota Tegal, Selasa (12/8), Balai Teknik Keselamatan Transportasi Darat kementrian Perhubungan.

Menurut Hery Suliantoro, salah satu sumber kasus korupsi adalah kemampuan pengelola pengadaan yang tidak memadai, yang terjadi biasanya mereka tersangkut dengan kasus korupsi karena tidak memahami prosedur proses pengadaan. Selain itu tidak menutup kemungkinan memang adanya pelanggaran-pelanggaran etika, karena sistem di instansi pemerintah sendiri tidak memungkinkan pengelola pengadaan atau panitia lelang, untuk bisa independen tanpa intervensi, namun menurut Hery saat ini hal pelanggaran-pelanggaran etika sudah bukan lagi menjadi faktor yang menonjol.

Selama ini yang terjadi adalah inefisiensi terkait proses pengadaan barang/jasa yang tidak berjalan dengan akuntable, dan hal tersebut disebabkan ketidak pahaman terhadap prosedur pengelola pengadaan barang/jasa, yang disinyalir menjadikan pengadaan tersebut tidak efisien dan sebagai pintu masuk indikasi terjadinya pelanggaran.

Terkait dengan bintek yang diadakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tegal, Hery menjelaskan Sekarang memang Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ jasa Pemerintah (LKPP) sedang berusaha meningkatkan kompetensi ahli pengadaaan, karena memang selama ini masalah belanja barang pemerintah sebagian ada pada pengadaan barang jasa pemerintah, lemahnya pengelola pengadaan, sehingga diharapkan nanti setelah ada bintek-bintek seperti yang dilakukan sekarang ini bisa berjalan dengan efisien, sumber daya keuangan pemerintah baik dari pusat maupun daerah bisa dikelola dengan baik.

Dengan diadakan dibekali bintek kompetensi pengadaan barang/jasa, pelaksanaan pengadaan barang/jasa dan prosesnya bisa dipertanggung jawabkan, yang pada akhirnya hasil dari pengadaan tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas. Hery Suliantoro berharap dengan pelatihan ini bisa meningkatkan pemahaman, kompetensi, supaya proses pengadaan bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara Walikota Tegal, dalam sambutan pembukaan bintek yang di bacakan oleh Kepala BKD Kota Tegal, Dyah Triastuti, dalam sambutannya mengatakan bahwa bintek sebagai langkah untuk menyiapkan personel yang handal dan bersertifikasi dalam pengadaan barang dan jasa, sehingga nantinya dihasilkan sumber daya manusia yang handal dan mendukung keberhasilan tujuan utama kebijakan pengadaan barang dan jasa yaitu tercapainya sasaran belanja pemerintah melalui proses yang efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil dan tidak diskriminatif serta akuntabel.

Bintek yang diselenggarakan selama dua hari tersebut (12/8 s.d 13/8) tersebut diikuti 50 peserta yang berasal dari beberapa SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tegal, sedangkan peserta ujian sertifikasi keahlian pengadaan barang jasa berjumah 57 orang yang terdiri dari 50 peserta bintek di tambah 7 peserta yang pernah mengikuti bintek tan ujian namun belum lulus ujian sertifikasi keahlian pengadaan barang jasa sebelumnya, yang ujiannya akan dilaksanakan kamis, (14/8).(tomi)

Top