![]()
Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Rubah Bahasa
Tim Pengendalian Inflasi Daerah menyepakati empat paket pengendalian inflasi jelang ramadhan dan lebaran 2014. Keempat paket tersebut adalah ketersediaan pasokan barang, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi espektasi masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bandoe Widiarto dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah-Antar TPID di Ruang Rapat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Senin Sore (15/7). Hadir dalam HLM itu Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno, Forkopinda, Ketua TPID di eks Karesidenan Pekalongan dan SKPD terkait di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal.
“Berdasarkan pantauan yang dilakukan, empat paket kebijakan tersebut berjalan dengan baik,” ungkap Bandoe yang dikutip dalam siaran pers Bank Indonesia. Bandoe menyebut empat paket kebijakan yang berjalan baik seperti penyelenggaraan bazar/pasar murah secara bersama di beberapa titik sasaran yang ditetapkan dalam rangka penyediaan alternatif outlet belanja masyarakat, penanyangan iklan belanja secara bijak selama ramadhan sehingga diharapkan tercipta ekspektasi yang positif di masyarakat dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menjaga pasokan dan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya komoditas yang diperkirakan akan menjadi sumber inflasi.
Menurut data Bank Indonesia, inflasi Kota Tegal pada Juni 2014 mengalami peningkatan sesuai dengan pola historisnya namun tetap terkendali. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Juni mencatat inflasi sebesar 0,60 persen (month to month), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sesusai dengan pola inflasi menjelang bulan ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Inflasi Kota Tegal Juni 2014 ini tertinggi ketiga setelah Kota Cilacap dan Semarang. Sementara secara year on year inflasi Tegal tercatat 5,68 persen dan merupakan kota dengan inflasi yang terendah dibanding kota-kota lain yang dihitung inflasinya di Jateng.
“Namun demikian inflasi Juni tersebut masih terkendali dan bahkan lebih rendah dibandingkan dengan angka inflasi tahun 2013 yang mencapai 0,79 persen,” ungkap Bandoe.
Secara tahunan, inflasi IHK tercatat sebesar 5,68 persen (year to year), masih lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Tengah dan Nasional yang tercatat 7,25 persen dan 5,70 persen.
Bandoe mengatakan penyebab inflasi saat ramadhan masih didorong oleh inflasi volatile food (VF) khususnya pada kelompok bahan makanan seperti beras, telur ayam ras, daging ayam ras dan bawang merah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat jelang ramadhan dan lebaran 2014.
“Disisi lain inflasi administered prices juga meningkat disebabkan utamanya oleh kenaikan harga tarif air minum dan kebijakan pemerintah pusat terkait dengan penyesuaian tarif listrik,” tutur Bandoe.
Walikota menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kinerja TPID Kota Tegal yang telah dibentuk sejak tahuh 2009. Maka permaalahan itu menjadi perhatian yang serius tentang bagaimana ketersediaan stok pangan, kondisi jalan rusak yang dapat berakibat pada terganggunya kelancaran arus distribusi barang dan lalu lintas jalan yang dapat mengakibatkan tingginya biaya angkutan. Kedepan tekanan inflasi semakin kuat terkait dengan kibijakan kenaikan tarif tenaga listrik pada Juli 2014. Dan terkait rencana kenaikan harga LPG dan tarif PDAM yang berlaku secara bertahap sejak Mei 2014.
“Saya berharap agar kinerja TPID kedepan dapat dioptimalkan sehingga pencapaian di tahun 2013 lalu dapat ditingkatkan lagi minimal dapat kita pertahankan,” harap Walikota.