![]()
Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Rubah Bahasa
Mengantisipasi merebaknya makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya maupun yang sudah kadaluwarsa menjelang lebaran, Tim Gabungan yakni Dinas Kesehatan, Analis Lab Kes, Satpol PP, Polres Tegal Kota, Disperindagkop UMKM, Dislatan Kota Tegal Selasa (15/7) mengadakan razia makanan, jajanan dan minuman. Razia pertama kali mengunjungi Pasar Sumupanggang, dilanjutkan ke Terminal Kota Tegal dan Toko Aminah di wilayah Debong Tirus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal melalui Kabid P3PL drg Agus Dwi mengatakan, razia makanan dan minuman merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan menjelang lebaran. Pasalnya, saat bulan puasa dan menjelang lebaran permintaan masyarakat terhadap produk makanan dan minuman sangat tinggi. Hal ini yang akhirnya menjadi kesempatan sejumlah oknum untuk memasarkan maupun menjual produk makanan dan minuman yang disinyalir mengandung bahan kimia berbahaya ataupun yang sudah kadaluwarsa.
Seperti di Pasar Sumurpanggang, Tim menemukan mie mengandung formalin. Kadar formalin didalam mie tersebut terbilang tinggi, ketika dites oleh Analis Lab Kesehatan diketahui mencapai 1,5 mg/ liter. Sedangkan di Terminal Kota Tegal ditemukan minuman soda, teh, susu, biskuit sudah kadaluwarsa namun tetap didisplay dan ditawarkan.
Dari temuan ini, Tim terpaksa mencabut produk-produk tersebut dari peredaran. Meskipun sempat mendapat penolakan dari penjual. Namun tetap saja produk tersebut harus ditarik dan dilarang dijual. Sebab, akan berbahaya bagi si pembeli. Karena terkadang pembeli juga tidak cermat. Oleh karena itu, Agus menghimbau kepada masyarakat menjelang lebaran agar berbelanja dengan bijak dan cermat.
Sementara Nana Vidya selaku Analis Lab Kesehatan membenarkan adanya temuan tersebut. Mie yang diperiksa mengandung formalin cukup tinggi. Meski efeknya tidak dirasakan saat sekarang. Namun jika terus menerus dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh akan sangat berbahaya bagi kesehatan.