![]()
Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Rubah Bahasa
Pameran Arkeologi pada Tanggal 18 s/d 22 Juni 2014 Waktu 09.00-21.00 di Gedung Adipura Kompek Balaikota Tegal. Dengan Tema "Memahami Kebudayaan Masa Lampau, melalui Tinggalan Budayanya" Kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Arkeologi Nasional dengan Pemerintah Kota Tegal.
Kapan manusia disebut berbudaya? Dari sudut pandang arkeologi, manusia berbudaya ketika memiliki indikasi-indikasi material yang menunjukkan hakikatnya sebagai makluk budaya. Lalu, kapan sebenarnya kebudayaan indonesia bermula? Banyak ahli silang pendapat mengenai hal ini, namun ditemukannya rangka manusia purba berusia 1,8 juta tahun yang lalu di Sangiran beserta alat-alat batu yang mereka gunakan untuk berburu, dipercaya sebagai awal mula peradaban mulai berkembang di Indonesia.
Para ahli kemudian membagi perjalanan sejarah kebudayaan menjadi masa prasejarah dan masa sejarah. Masa prasejarah adalah masa dimana manusia belum mengenal tulisan, sedangkan masa sejarah dimulai sejak manusia sudah mengenal tulisan.
Di Indonesia, masa prasejarah memiliki rentang waktu yang sangat panjang hingga jutaan tahun lamanya. Situs Sangiran di Jawa Tengah merupakan salah satu situs prasejarah yang sangat terkenal bukan hanya di Indonesia namun juga di Matadunia. 50% takson HOMO ERECTUS yang ditemukan di dunia hingga saat ini berasal dari temuan manusia purba di Situs Sangiran. Maka tak heran jika UNESCO menobatkan Situs Manusia Purba Sangiran sebagai World Heritage Site sejak tahun 1996.
Tegal pun memiliki peninggalan kebudayaan dari masa pengaruh Hindu-Budha yaitu Situs Bantarsari dan Situs Candi Bulus. Situs Bantarsari terletak di Dusun Bantarsari, desa Bumijawa, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, tidak jauh dari perbatasan desa Bumijawa dengan desa Tuel.
Pada Situs tersebut terdapat beberapa komponen bangunan candi yang terbuat dari batuan desit, ditempatkan pada suatu tempat dikelilingi oleh pagar semen. Komponen bangunan candi yang terdapat di lokasi tersebut adalah 2 jaladwara, lingga, kemuncak, batu berpelipit, dan batu-batu candi yang semuanya terbuat dari batuan andesit.
Sedangkan Situs Candi Bulus terletak di Dukuh Kejaksan, Desa Pedagangan, kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. awal penemuan situs Candi Bulus diketahui berdasarkan informasi dari Ketua LSM Gerbang Mataram, ketika dilakukan peninjauan situs oleh tim Penelitian dari Balar Yogyakarta, di permukaan tanah tampak adanya fragmen yoni yang telah dikumpulkan depan rumah Bapak Nasrok. Di samping itu di lingkungan situs juga ditemukan beberapa fragmen kuno berukuran besar.