![]()
Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id
Rubah Bahasa
Sebanyak 180 pencari kerja diberikan pendidikan dan pelatihan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tegal. Mereka diberi bekal keterampilan agar dapat mandiri membuka usaha sendiri, juga dapat berkompetensi dalam memperoleh pekerjaan di dunia kerja.
Menurut Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal Joko Sukur Baharudin, dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Tegal menghadapai Asean Comunity 2015, Pemerintah Kota Tegal melalui Dinsosnakertrans menyiapkan SDM siap yang memiliki ketrampilan sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja lainnya.
“Pendidikan dan pelatihan yang kita berikan menggunakan standart Jepang. Dimana waktu pelatihan lamanya 480 jam atau 80 hari,” ungkap Joko Sukur saat melaporkan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan bagi tenaga kerja kepada Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno yang didampingi Plt Sekda Kota Tegal Dyah Kemala Sintha di Gedung Eks Samsat, Rabu (28/5).
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan keterampilan ini dimulai tanggal 18 Maret hingga 26 Juni 2014. Adapun kejuruan yang diberikan antara lain jurusan menjahit tingkat dasar sebanyak 20 orang, jurusan menjahit tingkat lanjutan sebanyak 20 orang, jurusan tata rias pengantin sebanyak 40 orang, jurusan operator komputer sebanyak 40 orang, desain grafis sebanyak 20 orang montir dan stir mobil sebanyak 40 orang.
Untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan, Dinsosnakertrans bekerja sama dengan 8 LPK di Kota Tegal. Yakni LPK Gajah Mada, LPK Astrid, LPK Indah, LPK Tania, LPK Prospek, LPK Magistra Utama, LPK Astraco dan LPK Arum.
Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno dalam sambutannya mengatakan tenaga kerja masih menjadi persoalan bangsa. Di Kota Tegal sendiri, Pemerintah Kota telah berhasil menurunkan angka pengangguran.
Data Dinsosnakertrans, pada tahun 2012 jumlah angkatan kerja 9.468 orang dan tahun 2013 turun menjadi 8.314 orang. “Kedepan saya yakin kita dapat terus menurunkan angka pengangguran,” ungkap walikota.
Disebutkannya, antara tenaga kerja dan pasar kerja terjadi kesenjangan, yakni SDM yang ada tidak seusai dengan tuntunan pasar. Sehingga pemkot melalui Dinsosnakertrans perlu melaksanakan terobosan dengan memberikan pelatihan kepada tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
”Peningkatan kualitas dan produktivitas serta pengembangan kualitas manusia mutlak dilakukan dan merupakan prioritas dalam memasuki era globalisasi. Pelatihan kerja mempunyai peranan penting sebagai salah satu jalur pengembangan kualitas manusia untuk menelurkan SDM yang berkompeten dalam menghadapi pasar kerja,” pungkas Walikota.