Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL – Abdal Hakim resmi mempimpin Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Kota Tegal.

Abdal Hakim dan pengurus PPTI Kota Tegal dilantik oleh Ketua Badan Pengurus Wilayah PPTI Jawa Tengah, dr. Hartanto pada Selasa (28/6/2022) di Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota Tegal. Pengurus PPTI yang baru dilantik akan melaksanakan tugas selama periode 2022-2027.

Pelantikan dihadiri langsung oleh Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M. dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tegal.

Ketua Pengurus Cabang PPTI Kota Tegal yang baru dilantik, Abdal Hakim menyampaikan bahwa Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular 10 besar dunia yang mengakibatkan kematian, dan Indonesia menempati 3 terbesar jumlah penderita Tuberculosis di dunia setelah Cina dan India.

Ia menyampaikan bahwa sudah seabad yang lalu virus penyebab infeksi tuberculosis ditemukan, namun sampai dengan saat ini TBC masih menjadi penyakit yang cukup besar menyebabkan kematian.

Menurut Abdal Hakim, hal ini disebabkan penanganan TBC tersebut butuh beberapa obat untuk penyembuhan, mengkonsumsi obat secara berkesinambungan selama 6 bulan sampai 1 tahun.

“Disinilah peran tenaga pendamping, untuk menemukan kasus, pelaporan dan pencegahan bagi penderita yang drop out dari pengobatan,” ujar Abdal Hakim.

“Kami mohon dukungan dan doa semua pihak semoga POTO Kota Tegal bisa menjalankan amanah, kompak untuk memberdayakan masyarakat dalam upaya pemberantasan Tuberkulosis,” harap Ketua Pengurus Cabang PPTI Kota Tegal periode 2022-2027.

Seusai melantik Pengurus Cabang PPTI Kota Tegal, Ketua Pengurus Wilayah PPTI Jawa Tengah, dr. Hartanto meminta kepada pengurus baru untuk segera menyusun program kerja, dengan mengutamakan pada penemuan kasus baru dan meningkatkan kerjasama dengan semua pihak untuk bersama-sama dalam memberantas TBC.

Ia menilai dukungan stakeholder yang ada di Kota Tegal sudah cukup baik, dan hal tersebut bisa dijadikan modal yang bagus dalam rangka penanganan dan penanggulangan TBC.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyampaikan bahwa saat ini, jumlah penderita tuberkulosis di Kota Tegal jumlah penderita baru tuberkulosis tercatat sebanyak 524 penderita di tahun 2021. Angka ini masih jauh untuk bisa mencapai target eliminiasi TBC di tahun 2030.

Wali Kota menyampaikan masalah utama dari upaya pemberantasan penyakit TBC adalah penderita masih banyak yang tersembunyi sehingga berpotensi menularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Problem lain antara lain belum seluruh penderita yang ditemukan tercatat, pengobatan yang relatif lama yang berpotensi drop out dan gagal pengobatan, serta lingkungan permukiman yang memudahkan risiko penularan. Semua permasalahan ini harus diatasi secara komprehensif.
Dedy Yon berharap Kota Tegal sudah dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian serendah mungkin sebelum target eliminasi di tahun 2030.

“Hal itu memerlukan sinergitas, kolaborasi dan komprehensifitas dalam mengendalikan faktor risiko maupun memutuskan mata rantai penularan dari semua pihak,” harap Wali Kota Tegal.(prokompim)

Top