Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Tegal-Sistem digitalisasi perekonomian saat ini tengah digencarkan. Bank Indonesia sebagai lembaga yang mengurusi keuangan serta perekonomian masyarakat, terus berupaya digitalisasi semakin merambah ke daerah-daerah.

Berkenaan hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal menggelar Sapta Mitra Pantura (Sampan) Digifest 2022, di Bahari Inn Tegal, Senin (20/6/2022).

Hadir Kepala Daerah ataupun yang mewakili di wilayah kerja KPw BI Tegal, dari Brebes hingga Batang. Termasuk pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah, dari mulai Sekretaris Daerah, Kepala OPD, dan sejumlah Kepala Bidang dan Kepala Bagian.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno SE, MM, dan hadir pula Kepala KPw BI Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra.

Kepala KPw Bank Indonesia Tegal M Taufik Amrozy dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya digitalisasi ekonomi, serta mendorong pemanfaatan pengembangan inovasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) di daerah, Kantor Perwakilan BI Tegal menyelenggarakan Sapta Mitra Pantura (Sampan) Digifest 2022.

Sampan Digifest 2022 diharapkan mampu berkontribusi terhadap pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten/ Kota di Wilayah Eks Karesidenan Pekalongan paska terdampak pandemi COVID-19.

Dijelaskan Taufik, Sampan Digifest 2022 merupakan sinergi flagship dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian yang telah dilaksanakan oleh Kantor Pusat Bank Indonesia yaitu Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa, road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBWI). Kegiatan ini juga turut mendukung Indonesia sebagai tuan rumah presidensi G20 yang dilaksanakan di Bali tahun ini.

Penyelenggaraan Sampan Digifest 2022 hari ini merupakan puncak dari berbagai kegiatan KPwBI Tegal, terutama terkait digitalisasi, yang telah dilakukan pada tahun 2022 ini.

Untuk Sampan Digifest 2022 menghadirkan 2 seminar dan talkshow, yaitu Seminar “Mendorong Inovasi dalam Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah". Dilanjutkan pada sesi 2 yaitu Talkshow “Menjadi UMKM Champion di Era Digital”. Malamnya, ditutup dengan Kegiatan Grand Final Pemilihan Duta Cinta, Bangga, dan paham (CBP) Rupiah 2022.

Taufik Amrozy mengungkapkan bahwa saat ini dari pengukuran Indeks Elektronifikasi Pemerintah Daerah (IETPD), 5 Kabupaten/ Kota telah masuk pada Kategori Digital, sementara 2 lainnya Kategori Maju

Diharapkan tahun ini, seluruh daerah di wilayah kerja KPw BI Tegal, akan menjadi kategori Digital dengan berbagai program elektronifikasi yang dijalankan. Pasalnya, di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan, dari sisi pengeluaran, semuanya sudah terelektronifikasi.

Di sisi sisi pendapatan pajak daerah, semuanya juga sudah dan dapat dibayarkan melalui berbagai channel pembayaran nontunai. Termasuk dari sisi pendapatan retribusi daerah, banyak pula yang sudah terelektronifikasikan seperti retribusi pasar, parkir, uji KIR, tiket masuk area wisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra menyampaikan, bahwa perekonomian Jawa Tengah 5,16% lebih tinggi daripada nasional 5,01%. Pemulihan ekonomi di Jawa Tengah terus berlanjut. Implemetasi ETPD dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mencegah kebocoran, dan mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan digital. Sebanyak 71% Pemda di Jawa Tengah telah berada di level Digital, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno SE MM mewakili Gubernur Jawa Tengah sangat mendorong digitalisasi ekonomi, termasuk digitalisasi transaksi keuangan di Pemerintah Daerah, baik untuk belanja ataupun pendapatan kas daerah.

Menurutnya, transaksi keuangan secara digital, semakin lebih akuntabel, aman dan efisien. Hal tersebut, juga mendorong Pemda lebih transparan. Bahkan dengan sistem digitalisasi juga mencegah adanya godaan untuk melakukan kecurangan, maupun kebocoran pada pos belanja dan pendapatan.

Harapannya, dengan digitalisasi pengelolaan keuangan lebih efisien dan efektif, dan dari sisi pendapatan, juga lebih optimal masuk untuk kas daerah. (dhanu)

Top