Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Guna meningkatkan kualitas hidup warga Kota Tegal seiring perkembangan penduduk dan permasalahan baru yang muncul, Pemkot Tegal melakukan percepatan menuju Kota Tegal menjadi Smart City 3.

Hal itu mengemuka dalam giat Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program Unggulan Tahap 1 yang digelar di Ruang Adipura Balai Kota Tegal, Selasa (21/6).

Bimtek direncanakan berlangsung 4 tahap, dimana setiap tahap diselenggaran dua hari. Di Tahap 1, dihadirkan empat ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu Muhammad Misbah, M.Kom, Prasetyo Adi, M.Ti, Deki Satria, M. Kom, dan Achmad Barlian, MM. Bimtek tahap 1 akan merumuskan Analisis Strategis Smart City Kota Tegal. Melalui kegiatan tersebut, seluruh OPD di jajaran Pemkot Tegal akan memberikan data-data terkait, lalu mendiskusikan dan merumuskan bersama.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, SE.MM. dalam sambutannya yang diwakili Sekda Dr. drs. Johardi, MM,menyampaikan bahwa program tersebut merupakan terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi yang inovatif dan kreatif dan harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang berkembang dan kompleks.

Dedy Yon mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika atas kepercayaannya kepada Kota Tegal menuju Smart City 202. Sebelumnya, sudah ditantangani nota kesekapakatan antara Dirjen Aplikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemerintah Kota Tegal dalam Implementasi Gerakan Menuju Smart City Kota Tegal 2022 , pada 21 April lalu. Sebagai langkah awal, sudah dibentuk Dewan Smart City yang melibatkan Triple Helix yaitu Pemerintah, Dunia Usaha dan Akademisi.

"Smart City tidak selalu tentang penggunaan teknologi atau pembangunan fisik semata, tetapi yang terpenting adalah pembangunan mindset, sikap, karaktek yang dimulai dari ASN, kemudian stakeholder, dan masyarakat, segala upaya pemerintah kota tegal dengan cara-cara inovatif untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik yang sudah dilakukan selama ini, merupakan bagian dari Smart City," ujarnya.

Dedy Yon mengapresiasi atas kepercayaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada Kota Tegal menuju Smart City 2022, seperti tertuang dalam nota kesekapakan antara Dirjen Aplikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemerintah Kota Tegal dalam Implementasi Gerakan Menuju Smart City Kota Tegal 2022, yang ditandatangani 21 April lalu. Sebagai langkah awal, ungkap Wali Kota, sudah dibentuk Dewan Smart City melibatkan kerjasama yang kuat Triple Helix yaitu Pemerintah, Dunia Usaha dan Akademisi.

Diharapkannya, penyusunan masterplan smart city nantinya sejalan dan membantu penyelesaian isu strategis Kota Tegal, antara lain penanggulanan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, tata kelola pemerintahan yang baik, kelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, peningkatan daya saing daerah, penataan wajah kota dan pembinaan PKL, pemenuhan air bersih dan pemanfaatan aset daerah.

Sementara itu, Hafni Septiana, M.Sc mewakili Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan awal mula gerakan menuju Smart City adalah tahun 2017, dimana dilakukan Gerakan 100 Kabupaten/Kota Smart secara bertahap. Tahun 2017 terpilih 25 kabupaten/kota, lalu 2018 terpilih 50 kabupaten/kota dan tahun 2019 memilih 25 kabupaten/kota di Indonesia.

"Tahun 2021 sesuai dengan instruksi Presiden kami coba lakukan pengembangan kawasan pariwisata kabupaten/kota dan kawasan kota Indonesia baru. Tahun 2022 kami gerakkan lagi untuk kota yang belum memiliki masterplannnya," paparnya.

Dijelaskannya, untuk Bimtek Tahap 1 akan disusun analisis strategis Smart City Kota Tegal dengan melalui data SDM, anggaran dan tata kelola Pemerintah Daerah (Pemda), serta kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan dan kelembagaan di Kota Tegal. Sedangkan di tahap 2 akan dibuat roadmap smart city Kota Tegal. Selain itu, untuk Quick Win program unggulan yaitu program percepatan Smart City Kota Tegal, dimana nantinya merumuskan program-program apa saja yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Jadi nanti ada program jangka pendek dan jangka menengah selama 10 tahun. Untuk Quick Win ini adalah jangka pendeknya," tukasnya.

Mengawali materi Bimtek, Muhammad Misbah, M.Kom sebagai pemateri dari akademi memaparkan tentang asal usul Smart City dan definisinya. Peserta bimtek yang terdiri dari para pimpinan OPD bersama staff jajaran Pemkot Tegal tampak serius mengikuti. Dijelaskannya, tren kota saat ini adalah Smart City 3.0.(galih)

Top