Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Tegal- Tak ingin adanya keluhan dari sekolah negeri maupun swasta lantaran tidak adanya calon siswa yang mendaftar, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal M Ismail Fahmi melaksanakan monitoring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022 di SD dan SMP baik negeri maupun swasta, Jumat (3/6).

Monitoring pertama di SD Mangkukusuman 9, dilanjutkan ke SMP Negeri 1, TK dan SD Al Khairiyah dan TK Negeri Pembina di Jalan Jalak Kota Tegal.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin mengatakan agar sekolah dapat melaksanakan PPDB sesuai aturan, salah satunya yaitu mentaati jumlah maksimal siswa di kelas, yaitu untuk SD maksimal 28 siswa tiap satu kelas dan untuk SMP maksimal 30 siswa tiap satu kelas. Sekolah juga tidak diperkenankan menambah jumlah siswa di tiap kelasnya maupun menambah ruang kelas baru.

Upaya tersebut tentunya untuk mendukung pemerataan siswa mendaftar di sekolah-sekolah lain, tidak hanya sekolah negeri saja, juga berlaku untuk sekolah swasta. Sehingga diharapkan tidak ada sekolah yang kekurangan murid. Menurut Habib Ali, di Kota Tegal sendiri sudah terdapat sekolah-sekolah penggerak yang bisa menjadi rujukan, dan tidak hanya sekolah negeri saja, tetapi ada juga sekolah swasta yang menjadi sekolah penggerak, diantaranya SD PUI dan SD THHK, SD Al Khairiyah, SD Al Irsyad dan SD Muhammadiyah 1. Untuk SMP swasta penggerak diantaranya SMP THHK dan SMP Muhammadiyah 1.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal M Ismail Fahmi mengatakan bahwa PPDB SD dan SMP tetap dengan menggunakan aturan zonasi atau domisili. Dengan prosentase 70% dari jalur zonasi atau secara domisili, 5% dari jalur perpindahan orang tua, 15% dari jalur afirmasi dan 20% dari jalur prestasi.

Itupun menurut Ismail Fahmi tetap ada sistem peringkat atau rangking dengan memperhatikan poin domisili pendaftar, usia pendaftar, dan kecepatan pendaftar melakukan registrasi atau pendaftaran.

"Semisal ada pendaftar yang berdomisili di satu wilayah yang sama, dengan usia yang sama, maka peringkat rangking bisa dibedakan dari kecepatan pendaftaran. Apakah mendaftar dihari pertama atau hari kedua juga menentukan peringkat," jelas Ismail Fahmi

Plt Kepala SD Mangkukusuman 9 Budiarti usai menerima kunjungan monitoring mengatakan di sekolahnya sudah ada 27 pendaftar, ditambah dengan 1 siswa yang tidak naik kelas. Meskipun secara jumlah sudah memenuhi jumlah siswa untuk satu ruang kelas, namun pihaknya masih menerima pendaftaran untuk bisa saling berkompetisi hingga batas akhir atau penutupan tanggal 6 Juni 2022.

Sementara Kepala SMP Negeri 1 Kota Tegal Listiana Kusuma Wardani mengatakan di SMP 1 sudah terpenuhi 80% dari jalur zonasi, afirmasi dan perpindahan orang tua. Untuk sekarang ini dibuka jalur prestasi sampai 6 Juni 2022 nanti. Jumlah siswa baru yang akan diterima sebanyak 240 siswa untuk menempati 8 ruang kelas. Adapun pendaftaran siswa baru dilakukan secara online dan real time, untuk peringkat rangking sudah dilakukan otomatis secara komputerisasi. (danu)

Top