Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Peredaran uang palsu (Upal) bagaikan fenomena gunung es, dimana jumlah peredaran upal yang ditemukan di masyarakat itu yang terlihat di permukaan tetapi peredaran uang palsu yang sesungguhnya beredar di masyarakat tidak dapat diketahui jumlahnya. Data temuan uang palsu yang dihimpun oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 (3 Tahun) mengalami pasang surut.

Pada tahun 2020 temuan uang palsu sebanyak 7.024 lembar, meningkat 34% dibandingkan tahun 2019 dengan temuan uang palsu didominasi oleh uang pecahan Rp. 100.000 dan Rp. 50.000. Selanjutnya pada tahun 2021 sampai dengan tanggal 25 November 2021, temuan uang palsu sebanyak 2.444 lembar jauh menurun dibandingkan tahun 2020. Temuan uang palsu ini berasal dari kepolisian, perbankan, pengolahan BI dan masyarakat.

Terkait hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal bersama Kepolisian Resor (Polres) Kota/Kabupaten di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan mengadakan acara Rapat Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu dalam Kerangka Tim Penanggulangan Pelanggaran dan atau Tindak Pidana di Bidang Sistem Pembayaran (TP2TPSP), Sabtu (27/11) di Semarang.

Kepala KPw BI Tegal M Taufik Amrozy mengatakan Kepolisian Negara Republik Indonesia telah membuat Nota Kesepahaman tentang Kerjasama dalam Rangka Mendukung Pelaksaanan Tugas dan Kewenangan Bank Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Pedoman Kerja antara Bank Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia tanggal 30 September 2019 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Penanganan Dugaan Pelanggaran Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI dan Dugaan Tindak Pidana Terhadap Rupiah.

Mengacu data peredaran uang palsu pada tahun 2020 yang dikelola oleh Departemen Pengelolaan Uang Kantor Pusat Bank Indonesia, sebaran daerah penemuan uang palsu tahun 2020 mayoritas terjadi di daerah yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi termasuk penggunaan uang tunai yang tinggi yaitu di Pulau Jawa dan beberapa daerah di luar Pulau Jawa dengan temuan uang palsu tahun 2020 masih didominasi oleh uang pecahan Rp. 100.000 dan Rp. 50.000 dengan daerah temuan terbesar terdapat di wilayah Jawa.

Menurut Taufik, cakupan tugas TP2TPSP tidak hanya pemberantasan Rupiah palsu tetapi juga mencakup pelanggaran dan/atau tindak pidana sistem pembayaran lainnya termasuk tindak pidana di bidang pendanaan terorisme dan pencucian uang melalui lembaga keuangan dan penyelenggara jasa sistem pembayaran serti Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) dan Perusahaan Transfer Dana (PTD). Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal yang meliputi wilayah Eks Karesidenan Pekalongan terdapat, 2 (dua) Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yaitu: PT. Hidup Artha Mandiri dan PT. Srikandi Putra Prima, serta 1 (satu) Perusahaan Transfer Dana (PTD), yaitu Kospin Jasa.

Rapat koordinasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal bersama Kepolisian Resor (POLRES) Kota/Kabupaten di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan ini diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) di Kota Semarang dan Kota Tegal. Kegiatan rapat koordinasi ini merupakan momentum yang penting bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal dan Kepolisian Resor (Polres) Kota/Kabupaten dalam memperkuat kerjasama pemberantasan Rupiah palsu dalam kerangka TP2TPSP.(Dhanu)

Top