Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal dan Polres Tegal Kota sepakat untuk memberantas investasi ilegal dan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal. Kesepakatan ini diwujudkan dalam pernyataan bersama antara keduanya dalam acara Press Conference Pernyataan Bersama Polres Tegal Kota dan OJK Tegal Dalam Pemberantasan Investasi dan Pinjaman Online Ilegal, di Ruang Devia Cita Polres Tegal Kota, Senin (15/11).

Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat mengatakan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dalam rangka memberantas investasi dan pinjol ilegal, yang merupakan tindak kriminal. Saat ini, banyaknya keluhan dari masyarakat terkait investasi ataupun pinjol ilegal. Pernyataan bersama juga sebagai tindak lanjut penandatangan 5 kementerian beberapa waktu lalu, terkait permasalahan investasi dan pinjol ilegal.

Menurut AKBP Rahmad, layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang saat ini marak merupakan tindakan ilegal dan sudah membuat resah masyarakat dengan banyak meneror dan mengintimidasi. Karenanya Polres Tegal Kota memberikan layanan aduan masyarakat yakni menyediakan call center ataupun hotline, hingga penegakan hukum atau tindak lanjut dari laporan dan aduan yang sudah masuk. Upaya penegakan hukum ini untuk memberi tahu kepada masyarakat bahwa Polri benar-benar melayani dan serius melakukan pemberantasan pinjol ilegal.

Disampaikan AKBP Rahmad, untuk layanan Hotline Polres Tegal Kota 0813 8019 2022 dan Hotline 157, untuk pengaduan atau laporan dari masyarakat. Polres Tegal Kota juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjol ilegal yang biasanya melalui sms, whattsapp maupun telegram.

Sementara Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto mengatakan maraknya keluhan masyarakat terkait pinjol ilegal ataupun investasi ilegal diharapkan bisa diberantas bersama. Menurutnya, investasi ilegal maupun pinjol ilegal merupakan tindakan kriminal, seharusnya masyarakat tahu dan paham. Jadi hal tersebut bisa dilaporkan ke Kepolisian sekaligus mencegah masyarakat agar tidak terjerat.

Diungkapkan Ludy, pinjol ilegal saat ini tumbuh dengan pesat mengingat sekarang masa pandemi, banyak masyarakat yang terdampak, sampai akhirnya terjerat pinjol ilegal. Namun jika ditemukan penagihan yang meneror, mengintimidasi dan melecehkan, segera saja untuk melapor ke Kepolisian.

Perlu diketahui bahwa data nasional ada sebanyak 104 pinjol yang legal atau berijin. Jumlah pinjol yang ilegal tentunya bisa lebih banyak lagi.

Sementara jumlah masyarakat yang berinvestasi pinjol berijin ada 7.720.524 orang dan jumlah penduduk yang sudah mengakses pinjol legal mencapai 77.226.000 ribu orang. Untuk total penyaluran dana pada pinjol legal atau berijin sampai dengan bulan Oktober 2021 mencapai Rp 262,9 Triliun dan kredit yg masih beredar Rp 26 Triliun.

Terkait dengan penanganan kasus Investasi ilegal OJK secara nasional sudah menangani sebanyak 1.053 dan 160 kasus gadai ilegal. Dari kasus investasi ilegal, kerugian ditimbulkan mencapai Rp 117,4 Triliun dan biasanya bentuknya uang dari masyarakat golongan kaya yang berinvestasi dan uangnya tidak kembali. Dampak kerugian yang lain adalah pinjol ilegal akan mendapat untung besar dari masyarakat namun pinjol ilegal tidak pernah membayar pajak untuk negara.(Dhanu)

Top