Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Arpusda Kota Tegal gelar acara "Kinarya Perpusda 2021" di halaman Perpustakaan Umum Daerah Kota Tegal Mr. Besar Martokoesoemo, Jl. KH. Ahmad Dahlan 12, Rabu (10/11).

Dalam giat itu, terdapat agenda penting, yaitu Mr. Besar Martokoesoemo Award 2021, penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah berjasa dalam pembangunan literasi di Kota Tegal, pemustaka tergiat, serta launching dan bedah buku terbitan perpusda Kota Tegal tahun 2021.

Peraih anugerah Mr. Besar Martokoesoemo Award tahun ini adalah dr. Roro Kusnabila Erfa Dedy Yon selaku Bunda Baca Kota Tegal, Haryo Guritno sebagai perintis Perpustakaan Umum Daerah Kota Tegal, S.N Ratmana dan Piek Ardijanto Soeprijadi selaku sastrawan angkatan 1966, Bontot Sukandar dari pekerja sastra, Naeni Herawati selaku pengelola perpustakaan kelurahan Kejambon, Nadiyatul Qomariyah tokoh perpustakaan sekolah yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Ihsaniyah Kota Tegal, Sismiyati tokoh perpustakaan sekolah yang juga sebagai Kepala Sekolah SMP N 1 Kota Tegal, Sri Indarwati tokoh perpustakaan sekolah sekaligus sebagai Kepala Sekolah SMK N 3 Kota Tegal dan Tedi Kartino tokoh dongeng dan Ketua Kampung Dongeng Jawa Tengah.

Sementara penghargaan pemustaka tergiat 2021 diberikan kepada Rahil Kayyisah Asma warga Jalan Teratai, Roidin Mahabu, SKM warga Dampyak, Nailal Husna warga Slerok, Daniroh warga Debong Tengah, Luqman Khosyi Fadlurrahman warga Panggung, Fitri Nurindahsari warga Kramat Mejasem, Budi Widjajasakti warga Mejasem Barat, Andito W. A. Prabowo warga Margadana, Wafi Ahdil Hafiz warga Mangkukusuman, Wiwit Cahyani jalan jalan Durian Tegal.

Sekda Kota Tegal, Dr. Johardi dalam sambutannya mengapresiasi giat tersebut, sekaligus menyatakan dukungan kepada Perpustakaan Umum Daerah Kota Tegal Mr. Besar Martokoesoemo. Dikatakannya, pembangunan di Kota Tegal tidak bisa lepas dari budaya, karena pembangunan juga melihat berbagai karakter warga di Kota Tegal, memenuhi hak-haknya.
"Inilah dinamika kehidupan, terkadang butuh perubahan, jadi mari kita gali terus potensi-potensi yang ada di Kota Tegal, hak-haknya harus terpenuhi dan tidak terkurangi suatu apapun. Tentu kalau kita akumulasi potensi-potensi warga Kota Tegal, menjadi kekuatan Kota Tegal," ujar Johardi.

Acara diawali penampilan Njong Band, dan pembacaan cerpen karya Eko Tunas oleh Retno Kusrini yang mampu "menyihir" hadirin.
Dilanjutkan Launching dan Bedah Buku terbitan Perpusda Kota Tegal 2021, dengan menghadirkan Kepala Arpusda, Herviyanto, Eko Tunas sastrawan Kota Tegal, Yono Daryono, sastrawan Kota Tegal, Dr. Yusqon tokoh literasi sekolah alam Sakila Kerti, Haryo Guritno perintis Perpusda Mr. Besar Martokoesoemo, dan sejumlah tokoh literasi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Herviyanto memaparkan tentang fenomena kegiatan literasi dan budaya di Kota Tegal, serta perkembangan Perpusda Mr. Besar Martokoesoemo, termasuk diantaranya inovasi-inovasi seperti Mr. Besar Corner yang dapat digunakan untuk menjadi mengekspos potensi-potensi Kota Tegal.
"Saya ingin, perpustakaan atau gerai buku harus hadir di semua ruang publik. Jadi bukan lagi gemar membaca, namun produksi. Harus hadir penulis-penulis baru yang masih origin. Saya ingin Perpusda menjadi sentra peradaban Kota Tegal, " harapnya.

Sementara itu, sastrawan Tegal, Eko Tunas yang masih memiliki garis keturunan dengan Ki Gede Sebayu , pendiri Kota Tegal, mengatakan bahwa menulis adalah pengalaman.
" Setiap orang bisa menulis. Makanya, menulislah dan menulislah, pengalaman dan pengalaman. Tulislah, maka kehidupan anda akan abadi," pintanya.
Eko Tunas juga mengapresiasi Perpusda yang mampu mengumpulkan karya cerpen remaja Kota Tegal. Menurutnya, hal itu sebuah pekerjaan besar, sulit dilakukan.

Sementara, Dr. Yusqon, tokoh literasi dari sekolah alam Sakila Kerti mengatakan, dengan menulis, ada amanah yang harus dilakukan. Yusqon juga memaparkan tentang literasi termasuk kegiatan literasi sekolah alam.
Dalam giat itu, Perintis perpusda Mr. Besar Martokoesoemo, Haryo Guritno memaparkan tentang sejarah perjalanan Perpusda Mr. Besar Martokoesoemo.
"Dulu, berdasarkan ketentuan otonomi daerah, waktu itu saya ditempatkan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, saya berpikir harus membangun gedung perpustakaan. Saya waktu itu ke DPU, lalu disuruh membuat kerangka acuan kerja, kala itu masa Wali Kota Adi Winarso, sampai akhirnya dapat intruksi membangun Perpustakaan di lahan SD Inpres yang kebetulan waktu itu gedungnya sudah rusak," kisahnya.

Selain memberikan anugerah kepada tokoh literasi dan pemustaka tergiat, Kinarya Perpusda 2021 diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Hari Pahlawan 10 November, serta Gerakan Nasional Membaca 12 November (Galih).

Top