Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Hari Sumpah Pemuda yang ditetapkan pada 28 Oktober merupakan hari digelarnya Kongres Pemuda pada tahun 1928 lalu, dimana menjadi pemicu lahirnya Sumpah Pemuda.

Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno pernah berkata "Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia." Dari pepatah tersebut membuktikan bahwa kekuatan pemuda sangat luar biasa.

Di masa pandemi seperti saat ini peran pemuda sangat luar biasa, terlebih di Jawa Tengah, mereka ikut terlibat dalam menyadarkan masyarakat untuk peduli memakai masker dan terlibat dalam vaksinasi, banyak cara yang mereka lakukan untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait demi kelancaran vaksinasi.

Bertempat di Radio Sebayu FM, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh H.Wahyudin Noor Aly, anggota komisi D dan Dr. Messy Widiastuti, anggota komisi E berdialog membahas mengenai sumpah pemuda sebagai momentum persatuan untuk bangkit dari pandemi, Sabtu (23/10).

Dalam hal tersebut Wahyudin memberi apresiasi kepada Kota Tegal yang sudah berhasil mencapai level 1 PPKM, dengan cara dan strategi yang dipimpin oleh Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono S.E., M.M yang masih tergolong sebagai pemuda, berhasil membuat posko-posko di perbatasan untuk membantu menangani kasus covid-19 di wilayah sekitarnya.

"Hal yang dilakukan Wali Kota Tegal tersebut bisa dijadikan momentum atau langkah untuk Kabupaten Tegal serta Brebes agar bisa ikut mencontoh dalam menangani kasus covid agar bisa melandai" Jelasnya.

Untuk membuktikan sifat pemuda yang tidak mau kalah dan serba ingin tau, DPRD Jawa Tengah mengadakan pelatihan menjadi dasar seorang barista, pelatihan membuat kue di Kabupaten/Kota, serta pelatihan pengelolaan market place di Tingkat Jawa Tengah.

Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi pengangguran akibat pemutusan kerja dimasa pandemi. Selain pelatihan, disalah satu Kabupaten di Jawa Tengah terdapat wisata yang dikelola oleh pemuda, seperti halnya Goa Lawa yang berada di Desa Songgom Kabupaten Brebes.

Dr. Messy menjelaskan bahwa pemuda harus dapat berkoordinasi dengan baik, dan menjadi motor atau agen of change dalam masyarakat.

"Banyak hal yang dapat dilakukan pemuda, sebagai contoh, pemuda di Kabupaten Blora menggalang dana untuk membantu masyarakat yang sedang isolasi mandiri, hal ini patut ditiru untuk semua pemuda." Jelas beliau.

Dalam closing statement, Wahyudin mengingatkan kepada pemuda untuk jangan takut vaksin, dan jangan dengarkan berita hoax diluaran sana, beliau juga berpesan bahwa semangat pemuda itu bukan individual namun harus kebersamaan atau keorganisasian.

"Pemuda adalah aset kita, kedepannya mau gimana lihatlah pemuda yang sekarang, ketika pemuda berjalan sendiri akan lebih sulit untuk menangani suatu masalah namun jika dilakukan bersama atau berorganisasi maka akan lebih mempermudah menyelesaikan suatu masalah." Tambahnya. (Chilya)

Top