Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Pada periode Ramadhan-ldul Fitri 1442 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 2,95 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 13,59% (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,59 triliun. Penyediaan kebutuhan uang tunai tersebut telah memperhatikan kondisi asumsi makro ekonomi terkini dan kebijakan Pemerintah dalam pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19. Bank Indonesia juga mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik dan QR Code IndoneSlân StâFldard (QRIS). Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal Taufik Amrozy, saat Pers Conference di Primebizz, Selasa (20/4).

Menurutnya, Bank Indonesia selaku otoritas Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah memastikan uang yang beredar di masyarakat dalam jumlah dan pecahan uang cukup dan layak edar. Karenanya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal terus menjaga dan meningkatkan uang layak edar bagi masyarakat di eks karesidenan Pekalongan melalui kebijakan clean money policy dengan melakukan penukaran dalam jumlah besar wholesale melalui perbankan dan instansi sejak 22 Maret 2021, selanjutnya perbankan melayani penukaran kepada masyarakat melalui jaringan kantor yang tersebar di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan.

Perlu diketahui, sampai dengan triwulan I tahun 2021 Kantor Perwakilan Bank Indonesis Tegal telah mengedarkan uang sebanyak Rp2,87 triliun atau meningkat 15,20% dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp 2,49 triliun. Sementara uang rusak, lusuh dan yang telah ditarik dari peredaran sebagai Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dan telah dimusnahkan sebesar Rp 574,75 miliar, terus mengalami penurunan seiring dengan kebijakan Bank Indonesia dalam menjapa dan meningkatkan kualitas uanp layak edar di masyarakat melalui kebijakan clean money policy.

Lebih lanjut Taufik menuturkan bahwa untuk memastikan kebutuhan uang Rupiah tersedia dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang layak edar, BI melakukan koordinasi denpan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di mesin tarik uang (ATM) dan mesin setor tarik (CâSh Recycling Machine).

Selanjutnya, BI juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI (UPK 75 Tahun RI) melalui penukaran di seluruh kantor BI dan jaringan kantor bank. UPK 75 Tahun RI dapat digunakan untuk bertransaksi dan berbagi selama periode Ramadhan. Masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran melalui aplikasi penukaran PINTAR (https://pintar.bi.po.id), menggunakan 1 KTP untuk menukarkan maksimal sebanyak 100 (lembar) UPK 75 Tahun RI setiap harinya dan dapat diulang pada hari berikutnya.

Selain itu, untuk menjaga kelancaran pembayaran, BI memfasilitasi kegiatan perekonomian dan kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan/ ldul Fitri 1442 H, salah satu langkah strategisnya yakni mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui digital banking, uang elektronik dan QRIS, yang dapat meminimalisasi kontak fisik dalam bertransaksi. 

Top