Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

upacara hari kartiniTegal Kota_Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyampaikan perlakuan hubungan kepada orang lain saat ini harus setara dan adil, bukan sama rata, bukan juga saling mendominasi dan membebani. Hal ini disampaikan Dedy Yon saat memberikan sambutan di Upacara Hari Kartini yang digelar di Ruang Adipura Kota Tegal, Rabu (21/04/21).

Oleh karena itu, Pemkot Tegal terus mengupayakan agar Warga Kota Tegal baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan mengaktualisasikan diri, mengembangkan diri dan memajukan diri.

Dedy Yon menambahkan pada intinya emansipasi adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk memuliakan perempuan dan laki-laki. Hal tersebut dilakukan agar sebagai manusia semuanya dapat menjaga harkat, derajat dan martabat masing-masing. Semua mengetahui, memahami dan melaksanakan serta menerima hak dan kewajibannya masing-masing.

Sementara itu sebelum upacara Hari Kartini dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (DPPKBP2PA) melounching program "Jo Kawin Bocah" Kota Tegal. Penandaaan peluncuran program ini dengan menampilkan Forum Anak Tegal Bahari (FANTRI) menyanyikan jingle Jo Kawin Bocah sebagai salah satu sarana kampanye menolak pernikahan anak.

Program ini diluncurkan memandang banyaknya kasus pernikahan anak dibawah umur yang terjadi di berbagai daerah dengan berbagai latar belakang. Pernikahan dini menjadi perhatian oleh Pemerintah Kota Tegal mengingat risiko yang timbul akibat pernikahan yang dipaksakan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (DPPKBP2PA) M Afin mengatakan Program "Jo Kawin Bocah" bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan upaya pencegahan perkawinan usia dini.

"Perkawinan anak adalah pelanggaran, hak pendidikan anak menjadi susah ditempuh, dan membuat kesempatan berkreativitas juga terhambat" ujar Afin.

Top