Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Kuliah Dhuha FarhanTegal Kota_Moderasi beragama adalah bagaimana menjadikan agama, pemahaman kita terhadap agama kita termasuk enam agama yang lainnya dengan secara tengah tengah. Itulah penggalan materi Kuliah Dhuha yang dilontarkan KH. Akhmad Farhan Selasa pagi (20/04/21) di Mushola Adipura kompek Balaikota Tegal.

Kuliah dhuha episode terakhir ini bertemakan "yuk beragama dengan santuy dan moderat". Kuliah dhuha seperti biasa diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Adam Zaqi Ardiansyah dan Saritilawah Muhamad Ilhas yang keduanya merupakan siswa SMA Al Irsyad Kota Tegal.

Dalam menyampaikan materinya KH. Akhmad Farhan menyatakan moderasi beragama itu adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama - yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa. "Islam sesungguhnya adalah Islam yang ada di Indonesia karena Indonesia mampu membawa Pluralitas atau keragaman yang ada di Indonesia ini adalah fitrah dan sunatullah" ujar Farhan.

Indonesia adalah negara yang masyarakatnya sangat religius dan sekaligus majemuk. Meskipun bukan negara berdasar agama tertentu, masyarakat kita sangat lekat dengan kehidupan beragama. Nyaris tidak ada satu pun urusan sehari-hari yang tidak berkaitan dengan agama. Itu mengapa, moderasi beragama sangat penting bagi Indonesia.

Menyinggung banyak orang-orang menyatakan akan membela, berjuang islam karena jalan Allah apalagi sampai mendoktrin para anak anak muda saudara seiman masuk ke aliran radikal sampai melakukan bom bunuh diri menurut Farhan sampaikanlah dalam hati kita yakni Wallahu Alam Bishawab. "Kalimat Wallahu alam bishawab memiliki makna hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya" tegas Farhan.

Dalam menjalani kehidupan, seorang Muslim harus memperhatikan hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal 'alam. Ditambahkan Farhan tiga perkara ini bernilai ibadah dan merupakan misi kehidupan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
"Tiga kategori tersebut juga harus diamalkan secara seimbang, meskipun pada hakikatnya hablum minannas dan hablum minal ‘alam memiliki tujuan vertikal, yakni mendapat ridha Allah SWT" ucap Farhan.

Sementara itu penyampaian materi oleh KH. AKhmad Farhan yang merupakan Kepala Kemenag Kota Tegal membuat peserta pengajian kuliah dhuha di Mushola adipura, lewat zoom meeting dan Radio Sebayu FM terlihat antusias. Ini terbukti banyaknya pertanyaan yang masuk dan langsung dijawab oleh Kh. Akhmad Farhan.

 

Top