Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

20 02 21 teh tubruk covidTegal Kota_Ngomong Bebas, untuk Tegal Harmonis, Tegal Guyub Rukun atau "Ngombe Teh Tubruk" edisi perdana digelar di Gazebo Kementerian Agama Kota Tegal, Sabtu (20/01/21). Tema yang diangkat dalam diskusi atau dialog adalah Prospek dan Problematika Pendidikan Karakter di Tengah pandemi Covid 19.

Hadir dalam dialog tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Ismail Fahmi, Ketua FKUB Kota Tegal Firdaus Muhtadi, Dalang Tegal Haryo Ki Enthus Susmono, Kepala Kemenag Kota Tegal Ahmad Farkhan, dari Dinas Kesehatan Kota Tegal Zaenal Abidin dan Siti Halamah kemudian Ketua Dewan Pendidikan Kota Tegal Rismono, perwakilan dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Tegal dan hadir langsung Budayawan dan Sastrawan Banyumas Ahmad Tohari.

Seperti biasa permasalahan yang akan dibahas diangkat terlebih dahulu dalam sebuah sketsa yang digawangi oleh pelawak Pili dan Ubedilah. Dalam sketsa tersebut digambarkan siswa mengeluh terkait belum dibukannya kegiatan pembelajaran tatap muka akibat COVID-19 serta pertanyaan tentang vaksin.

Menanggapi keluhan siswa dalam gambar sketsa tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Ismail Fahmi menjelaskan sejak muncul surat edaran dari Ketua Gugus Covid Indonesia pada 15 maret 2020 semua pembelajaran sekolah secara nasional dimulai secara sistem daring dan luring dengan mekanisme PJJ atau pembelajaran jarak jauh. Selain itu ujian nasional di tiadakan, penghitungan angka kelulusan ditentukan dengan menghitung nilai rata rata raport.

"Namun saat ini sesuai surat Keputusan Bersama Tiga Menteri pada bulan Desember 2020 menyatakan kewenangan keputusan pembelajaran tatap muka sekolah diserahkan ke masing masing daerah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, ijin orang tua melalui komite, kesiapan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka dan yang penting mendapat ijin dari pemerintah daerah melalui ketua satgas covid Kota Tegal yang saat ini dipegang oleh Dedy Yon Supriyono selaku Walikota Tegal" kata Fahmi. Fahmi juga berharap agar secepatnya pembelajaran tatap muka di buka sehingga para siswa kembali belajar di sekolah.

Sedangkan terkait permasalahan penangangan Covid-19, Zaenal Abidin dari Dinas Kesehatan Kota Tegal menyatakan saat ini Kota Tegal sudah di zona kuning. "Ini tidak lepas dari instruksi Menteri Dalam Negeri No 1 tahun 2021 tentang PPKM Mikro yang menyatakan semua rakyat baik mulai tatanan RT, RW, Kelurahan, Kecamatan sampai Pemerintah daerah dibantu TNI/Polri semua harus bergerak untuk menerapkan disiplin tentang protokol kesehatan dari tanggal 7 sampai dengan 25 Februari 2021" ujar Zaenal.

Ditambahkan oleh Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tegal, Siti Halamah menyatakan sebagian besar warga Kota Tegal yang terkonfirmasi positif adalah perempuan sebanyak 57%. "Usia produktif yang terpapar positif Covid yakni usia 31 sampai dengan 45 tahun sebanyak 48 persen, usia 46 tahun ke atas 39 persen, usia sekolah 6 tahun sampai 18 tahun sebanyak 9 persen dan balita 2,1 persen" ujar Halamah.

Melihat dialog Ngombe Teh Tubruk yang dikemas sedemikian rupa ternyata membuat Budayawan dan Sastrawan Banyumas Ahmad Tohari yang hadir disaat itu mengangkat jempol dan mengapreasi adanya jalinan komunikatif bernuansa akrab dihadirkan di aula Kemenag Kota Tegal. Menurutnya ide kemasan dialong ini sangat bisa di contoh karena Kemenag Kota Tegal bisa menyatukan berbagai umat di acara Ngombe Teh Tubruk saat ini.

"Saya iri dengan acara Ngombe Teh Tubruk ini, di Banyumas tidak ada acara seperti saat ini dengan suasana guyub rukun semua agama hadir di satu tempat untuk membahas dan memecahkan masalah yang ada" tegas Ahmad Tohari.

Top