Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Tak hanya mengais rejeki di laut. Nelayan Kota Tegal juga peduli terhadap keseimbangan ekologi dan ekonomi. Hal itu dibuktikan dalam Deklarasi Nelayan Kota Tegal yang diselenggarakan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Jongor, Tegalsari, Kota Tegal, Senin siang (15/2).

"Kami Nelayan Kota Tegal siap menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Yes !," tegas para Nelayan.

Deklarasi berjalan tertib dan lancar dengan mematuhi prokes ketat, dihadiri Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, ST. MM, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal Letkol Mar Ridwan Azis, M. Tr. Hanla.,CHRMP, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal Riswanto, serta para Nelayan Kota Tegal.

"Sesuai hasil pertemuan kemarin antara HNSI, Pemerintah Kota Tegal, dan Menteri KKP terkait dengan arahan beliau. Alhamdulillah, seluruh Nelayan Kota Tegal berkomitmen secara bersama-sama mendukung Pemerintah Kota dan Pusat untuk berubah dari cantrang ke alat tangkap ramah lingkungan." papar Jumadi.

Dalam kesempatan tersebut, Jumadi mengapresiasi komitmen para nelayan dan menegaskan bahwa Nelayan Kota Tegal menjadi pilot project nelayan yang paham betul akan arti lingkungan dan ekosistem.

Sementara itu, Ketua HNSI Kota Tegal Riswanto menjelaskan bahwa dalam masa transisi peralihan penggunaan alat tangkap yang baru, nelayan diberikan relaksasi selama 1 (satu) tahun untuk tetap melaut, sambil menunggu Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) yang baru hasil revisi . Meski demikian, Riswanto menegaskan, pihak Nelayan tetap berkomitmen bahwa untuk menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi agar kami tetap bisa berkelanjutan hidup tentu memakai alat tangkap yang ramah lingkungan.

"Kami meminta kepada Pemerintah Kota Tegal juga Lanal Tegal agar ketika dalam tahap masa relaksasi ini ada permasalahan, kami dikawal. Juga terkait dengan revisi Permen KP, kami (HNSI) bersama Pemkot dan Lanal Tegal dan teman-teman nelayan juga ikut mengawal agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan," harap Riswanto.

Berkaitan dengan hasil tangkapan ikan dengan alat tangkap baru tersebut, Riswanto menjelaskan, hingga saat ini belum diketahui karena belum diuji coba. Namun, jika hasil tangkapan nantinya dinilai belum sesuai harapan, maka akan meminta pertimbangan yaitu perpanjangan masa relaksasi kepada Pemerintah Pusat.

Dilain pihak, Danlanal Tegal Ridwan Azis mengatakan TNI Angkatan Laut akan ikut bersama-sama dengan Pemerintah Daerah dan HNSI untuk mengawal sampai terbitnya Permen KP yang baru, termasuk terkait dengan izin untuk melakukan aktifitas di laut, serta perubahan ke alat tangkap ramah lingkungan.

" Sebagai Pembina paguyuban masyarakat nelayan Kota Tegal, kami juga akan ikut turun mensosialisasikan kebijakan baru tersebut dengan door to door, dari kapal ke kapal, serta akan berkoordinasi apabila terjadi permasalahan nelayan seperti melaut di wilayah lain,"tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa berdasarkan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Plt. Dirjen Perikanan Tangkap, Stafsus MKP, Wakil Wali Kota Tegal, Sekda Kota Tegal, Kepala PPP Tegalsari, Ketua HNSI Tegal, Ketua PNKT, Barisan Muda Nelayan Tegal, Nelayan Cantrang dan Nelayan Arad pada Jumat (5/2) di Ruang PPP Tegalsari, dihasilkan kesepakatan terkait operasi penangkapan ikan menggunakan API Jaring Berkantong Ditarik.

Kesepakatan tersebut menghasilkan delapan ketentuan, diantaranya adalah mengganti alat tangkap cantrang dengan alat tangkap baru yang spesifikasi dan cara operasinya sesuai dengan SNI. Kesepakatan tersebut telah disahkan dengan ditandatangani oleh masing-masing pihak.

Top