Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

deklarasi PDDPKSMulai hari ini Kota Tegal mendeklarasikan Paguyuban Donor Darah Plasma Konvaselen Sukarela atau PDDPKS PMI Kota Tegal. Deklarasi PDDPKS PMI Kota Tegal dilakukan di Aula PMI Kota Tegal, Senin (15/02/21).

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, mengatakan Paguyuban Donor Darah Plasma Konvaselen Sukarela (PDDPKS) PMI Kota Tegal merupakan pertama ada di Indonesia. "Saya mengapreasi dengan adanya paguyuban PPDDPKS ini, solidaritas mereka sangat tinggi" ujar Dedy Yon.

Menyinggung tentang bulan dana PMI Kota Tegal, Dedy Yon mengapreasi kinerja PMI dan menyadari bahwa perjalanan tahun 2020-2021 cukup berat bagi PMI Kota Tegal apalagi memasuki masa pandemi saat ini. "Semoga PMI tetap berikhtiar untuk mendukung program kemanusiaan dan kami berterimakasih kepada donatur maupun penyumbang bantuan karena peran donatur sangat nyata solidaritas" kata Dedy Yon.

PDDPKS merupakan mantan pasien Covid-19 dan menurut Dedy Yon PDDPKS bisa mensosialisasikan 3 T (Testing, Tracing, Treatmen) kepada masyarakat dan penderita covid-19 agar mempunyai itikad mendonorkan darah plasmanya.

Sementara itu Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono mengatakan donor darah plasma ini bertujuan untuk memberikan asupan pertahanan kepada penderita covid-19. "Dengan adanya paguyuban PDDPKS diharapkan bisa membantu menguatkan kepada pasien covid sehingga para dokter tidak bingung melakukan terapi kepada pasien covid-19" ujar Agus.

Diharapkan PDDPKS PMI Kota Tegal bisa menjadi From Zero to Hero yang menjadi semboyan dari para penyitas atau orang yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19 dan kini dapat menjadi pendonor plasma konvalesen.

Di tengah-tengah masyarakat penderita covid mendapatkan bullying, dan dianggap sebagai orang yang harus dijauhi, kemudian mereka saat ini menjadi pahlawan bagi orang lain yang sedang terpapar Covid-19. Sehingga dalam konteks ini kita sering menyebut mereka from hero to zero.

"Saat terpapar banyak dari mereka dibully. Namun setelah sembuh, plasma konvalesen mereka banyak dibutuhkan untuk menolong orang yang saat ini terpapar Covid-19" kata Agus.

Top