Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Survey harga komoditas yang rutin dilakukan oleh Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal berhasil mengungkap penyebab kenaikan harga sejumlah komoditas, khususnya sayuran yang baru-baru ini ramai diperbincangkan di kalangan rumah tangga.

Kepala DKPPP Kota Tegal melalui Kepala Bidang Pertanian dan Pangan, Yusmana, SE. MM, mengungkapkan bahwa faktor cuaca ekstrim dengan curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada beberapa minggu ini berdampak kepada penurunan hasil pertanian, khususnya sayuran.

Ditambahkannya, dari hasil komunikasi dengan para pedagang khususnya sayuran, kenaikan harga sudah terjadi di tingkat produsen, sehingga tentu saja berimbas pada mahalnya sayuran ke tangan konsumen.

"Upaya dari kami, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga yang mengkonsumsi sayuran setiap hari, yaitu menggalahkan Kelompok Wanita Tani di kelurahan-kelurahan. Kelompok tersebut dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan atau menanam sayur-sayuran di lingkungan rumah masing-masing, seperti cabai, tomat, dan sebagainya", paparnya.

Kelompok Wanita Tani (KWT) dibentuk dengan bimbingan dari DKPPP Kota Tegal, dengan jumlah anggota per kelompok adalah 20 orang di lingkungan RW. Untuk awal, kelompok tersebut mendapat bantuan dari Pemerintah tingkat Provinsi melalui bantuan untuk pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), seperti pelatihan penanaman dan pemeliharaan. Bantuan tersebut diberikan kepada KWT (Kelompok Wanita Tani) selama dua tahun berturut-turut. Kemudian di tahun ketiga, KWT dilepas untuk bercocok tanam secara mandiri.

"Memang, untuk Kelompok Wanita Tani ini masih ada hambatan, dimana penyebabnya adalah tidak semua Rumah Tangga suka bercocok tanam. Maka, kami (DKPPP) memotivasi mereka agar mau bercocok tanam, khususnya sayuran dan Toga (Tanaman Obat Keluarga) di lingkungan rumahnya. " papar Yusmana

Dalam kesempatan tersebut, Yusmana berharap Kelompok Wanita Tani sebagai embrio dari program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), bisa mengembangkan diri untuk menghasilkan produk pertanian, khususnya sayuran dan toga secara mandiri. Dengan demikian dapat bermanfaat, baik untuk konsumsi di lingkungan sendiri, maupun dijual dan menjadi sumber pendapatan keluarga. (Galih)

Top