Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

rusun isolasi mandiriTegal Kota_Rumah Susun (Rusun) Tegal Sari dan GOR Tegal selatan mulai Senin (23/11) resmi digunakan sebagai tempat isolasi 125 pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Setelah meresmikan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung meninjau lokasi isolasi tersebut.

"Kita baru saja melaunching tempat untuk isolasi mandiri, masyarakat Kota Tegal, sebagai persiapan apabila masyarakat yang positfi covid-19 dengan tanoa gejala membutuhkan tempat isolasi" tutur Wali Kota.

Wali Kota menyampaikan pihaknya menyiapkan 125 bed yang di bagi di dua tempat, yakni Rumah Susun Tegal Sari dan GOR Tegal Selatan."Walaupun tidak ada penyakit penyertanya, tapi Dedy Yon berharap harus ada pengawasan dari dokter atau tim medis jangan sampai nanti dengan tidak ada penyakit penyertanya dianggap aman dan hanya diminta isolasi mandiri dirumah". ujar Dedy Yon.

Dedy Yon juga menghimbau kepada pasien Positif covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah, untuk benar-benar melakukan isolasi mandiri. Tidak hanya sekadar mengalihkan sanksi sosial dari tempat bekerja dan lingkungan, namun pada prakteknya tetap keluar rumah. selain itu, pasien yang melakukan isolasi mandiri dirumah juga tetap menjaga jarak dengan keluarga maupun kerabatnya di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr. Sri Primawati Indraswari menyampaikan pertama pasien yang terkonfirmasi positif akan di assessment, dan yang bisa melakukan isolasi di Rusun Tegal Sari dan Gor Tegal Selatan adalah mereka yang tanpa gejala dan dengan gejala ringan.

Setiap hari pasien yang di isolasi mandiri akan dilakulan pemantauan oleh dokter terkait keluhan-keluhan yang dialami dan tanda-tanda vital, namun jika dalam masa isolasi mandiri ini ada keluhan dan memburuk, pihaknya akan segera mengevakuasi ke rumah sakit.

Sementara itu dalam isolasi mandiri, pasien tetap akan didampingi dokter dan perawat dan tenaga kesehatan lainnya termasuk petugas keamanan dari TNi Polri.

"Untuk Dokter dan perawat dalam satu hari akan dibagi kedalam 3 shift, dan masing-masing shift ada 1 dokter dan 1 perawat" ujar Primawati.

Selain itu pihaknya juga menyediakan makan 3 kali sehari ditambah snack. Sedangkan untuk lama waktu isolasi Primawati mengatakan bahwa sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan bahwa pasien positif covid-19 tanpa gejala dilakukan isolasi semala 10 hari, dan apabila dalam waktu 10 hari tersebut disertai dengan gejala ringan maka dilakukan penambahan waktu isolasi 3 hari jadi total 13 hari.

Top