Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL – Viralnya hajatan dengan menggelar konser dangdut di Lapangan Tegal Selatan pada Rabu (23/09/2020) mendapat tanggapan dari Wakil Wali Kota Tegal yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tegal, Muhamad Jumadi, S.T., M.M.

Bahkan Jumadi langsung berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah yang mengetahui adanya hajatan tersebut dari media sosial. Jumadi menyampaikan kepada Gubernur, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal tidak mengijinkan kegiatan yang berhubungan dengan acara dangdut.

Dikatakan Jumadi, Pemkot Tegal memang membolehkan masyarakat untuk menyelenggarakan hajatan. Akan tetapi dibatasi dengan mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. “Tidak ada kerumunan, tidak masalah untuk menyelenggarakan hajatan. Sekedar untuk menghibur yang datang. Tapi tidak boleh ada penonton. Kalau hanya sebatas untuk menghibur undangan yang datang, tidak ada interaksi tidak masalah,” ujar Jumadi.

Menurut Jumadi, pada siang hari yang terjadi di Lapangan Tegal Selatan menurut Jumadi sudah mematuhi protokol kesehatan. “Dilihat sepintas semua mematuhi protokol kesehatan, mencuci tangan, jaga jarak, memakai masker akan tetapi memang ada hiburannya. Selama itu memang sudah sesuai harapan Pemkot,” kata Jumadi yang mengaku datang kondangan bersama Wali Kota, Kapolres, Dandim dan jajaran Forkompimda.

“Paling lima menit, datang mengucapkan selamat,” ujarnya. Menurut Jumadi, di waktu siang hari protokol kesehatan masih bisa dikontrol, karena ada relawan mandiri, gugus tugas yang membantu.

Akan tetapi Jumadi tidak mengetahui ternyata acara konser sampai sampai malam. “Ini yang jadi masalah. Ternyata hajatan itu berlangsung sampai malam. Itu sebenarnya kita melarang acara sampai malam hari,” tuturnya.

Jumadi menyatakan tidak mengetahui adanya konser sampai malam. Pada malam itu juga, pihaknya bersama jajaran TNI-Polri melaksanakan operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan hingga pukul 23.00 WIB. “Apabila malam itu ada laporan, saya akan langsung memerintahkan stop kegiatan,” sebut Jumadi. Dengan adanya konser tersebut, kata Jumadi, akhirnya banyak orang yang menonton.

Akan tetapi sekitar 23.30, kata Jumadi, pihaknya baru mendapati laporan kegiatan itu yang kemudian meminta acara dihentikan. Untuk itu, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat terkait apa yang telah terjadi di Lapangan Tegal Selatan pada Rabu malam dan berharap kejadian serupa tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang.

Jumadi menuturkan, sebagai evaluasi hingga akhir Oktober Pemkot melarang berbagai macam hajatan di Kota Tegal. Termasuk tidak ada keramaian yang nantinya akan menjadikan tendensi tidak bagus terhadap Pemkot Tegal yang selama ini menjaga protokol kesehatan, mengontrol perkembangan Covid 19 dengan baik, juga melaksanakan swab terhadap masyarakat Kota Tegal 3 perseribu.

“Hasil evaluasi sementara itu, apapun detik ini salah kita perbaiki. Ini ada kesalahan, kita perbaiki langsung melarang semua hajatan hingga Oktober, nanti kita evaluasi,” pungkas Jumadi.

Top