Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Dokumen kependudukan di Kota Tegal sekarang menggunakan kertas HVS (houtvrij schrijfpapier). Utamanya dokumen kartu keluarga (KK) dan seluruh akta pencatatan sipil (capil).

Sebelumnya, dokumen itu menggunakan blangko kertas sekuritas khusus yang tebal. Tapi sekarang menggunakan HVS yang spesifikasinya A4 80 gram. Aturan ini berlaku sejak 15 Juli 2020, menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal, Basuki,S.E.,MM. pada saat talkshow sosialisasi pencetakan dan legalisasi Dokumen kependudukan di Radio Sebayu Fm, Kamis (23/7).

Penggunaan kertas itu mendasari Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang digunakan dalam Administrasi Kependudukan. Kendati penggunaan kertasnya berubah, tapi untuk mekanisme pembuatan KK dan akta capil masih seperti biasa.

Kertas HVS yang digunakan untuk membuat KK dan akta capil itu, lebih praktis ketimbang menggunakan kertas sekuritas atau kertas sebelumnya. Saat terjadi kesalahan dalam pengetikan nama atau lainnya dengan kertas HVS, bisa membelinya lagi. Ketersedian kertas itu juga lebih mudah dicari di pasaran.

Selain penggantian kertas security printing menjadi kertas HVS untuk mencetak dokumen kependudukan, ada beberapa hal yang juga disampaikan dalam kesempatan tersebut diantaranya pelayanan adminduk saat ini telah terintegrasi format digital dengan tanda tangan elektronik (TTE), sehingga dokumen adminduk yang diterbitkan tidak lagi menggunakan tanda tangan dan stempel basah.

Menurut Basuki, dokumen kependudukan yang telah menggunakan format digital dan TTE tidak lagi memerlukan legalisir. Sementara untuk pengecekan keaslian dokumen kependudukan itu, bisa dilakukan dengan menggunakan scan QR-code pada tanda tangan elektronik yang ada di masing-masing dokumen. Bagi masyarakat yang hendak membuat dokumen kependudukan, diharapkan datang ke kantor Disdukcapil atau melalui aplikasi mobile yang telah disediakan.

Saat pengajuan dokumen, masyarakat wajib memberikan nomor handphone atau alamat email. Lalu, petugas Disdukcapil akan memproses permohonan tersebut. Setelah itu, masyarakat akan menerima notifikasi dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) melalui SMS maupun email.

Top