Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Tegal – Dengan di mediasi oleh Kejaksaan Negeri Kota Tegal, Pemerintah Kota Tegal adakan pertemuan dengan PT. Sinar Permai milik Aang Gunawan termasuk juga dengan 11 orang penyewa rumah toko (ruko) Pasar Sore yang berjumlah 23 ruko milik Pemerintah Kota Tegal, Kamis (23/7/2020), di Gedung pertemuan Kejaksaan Negeri Kota Tegal.

Pertemuan ini terkait dengan penyelesaian sengketa pasar sore dimana perjanjian kontrak antara Pemerintah Kota Tegal sebagai pemilik sah dengan PT. Sinar Permai, seharusnya berakhir sejak tahun 2012, tetapi nyatanya setelah selesai perjanjian kontrak tersebut berakhir, aset Pasar Sore belum sepenuhnya di kembalikan kepada Pemerintah Kota Tegal.

Walikota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, SE, M.M menyampaikan bahwa pengamanan aset Pasar Sore yang merugikan Pemerintah Kota Tegal sebesar 1,7 Miliar oleh PT Sinar Permai, belum lagi oleh para pedagang yang menyewa ruko tersebut selama 8 tahun tidak membayarkan uang sewanya akan segera dilaksanakan secepatnya.

“Kita mengundang dan melakukan sosialisasi kepada pengelola PT. Sinar Permai milik Pak Aang Gunawan, juga dengan seluruh para pedagang, harapan kita terkait persoalan Pasar Sore yang seharusnya berakhir tahun 2012 kita minta dengan itikad baik. Kita sudah dikuasakan oleh Kejaksaan Negeri Kota Tegal agar nanti persoalan ini bisa selesai,” ucap Walikota.

Saat dilakukan pertemuan, Walikota juga menyampaikan bahwa kerugian Negara selama 8 tahun harus segera diselesaikan.

“Tadi saya menyampaikan bahwa nanti hari Senin (27/7/2020) ini kita harus bisa mengamankan aset, saya sampaikan hari sabtu dan minggu ini para pedagang Pasar Sore yang berjumlah 11 pedagang harus sudah mengkosongkan dan saya juga berharap bahwa kerugian Negara yang kurang lebih 8 tahun dari tahun 2012 sampai dengan 2020 harus segera diselesaikan dari pada ini nanti proses hukum,” jelas Walikota.

Terkait kemungkinan para pedagang menyewa atau ingin kembali berjualan di tempat semula (ruko di pasar sore), Walikota tetap memprioritaskan pedagang lama.

“Agar urusan hukum ini cepat selesai dan juga saya menyampaikan kalau 8 tahun sudah dibayarkan kerugian Pemerintah Kota Tegal ini nanti prioritas pedagang lama barangkali mau menyewa ini berarti kedepan sistemnya sewa,” tambah Walikota.

Walikota menegaskan dan mengingatkan kembali, kalau misalkan masih ada yang menolak untuk mengosongkan ruko tersebut maka para pedagang sudah tahu konsekuensi hukumnya.

Top