Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Dalam Masa Pandemi Covid-19 ini, sebuah jaringan komputer sangat dibutuhkan karena banyak pengguna atau user pasti memanfaatkan remote apps ataupun pengaksesan apps dari jarak jauh. Semakin banyaknya pengguna, pasti resource network yang digunakan juga semakin besar. Terbukti dalam penggunakan suatu apps server internet dari bulan maret sampai sekarang naik sekitar 4,3% secara significant. Demikian disampaikan Pengamat Jaringan Komputer dan Server Patria Adhistian ST,MM, saat ditemui Jumat (8/5).

Warga kota Tegal yang aktif didunia jaringan komputer dan menjadi dosen di Universitas Pamulang ini menjelaskan Software Define Network (SDN) yang biasa kita temui dibidang keilmuan Telekomunikasi ataupun Networking, yakni suatu jaringan yang di definisikan oleh software atau aplikasi tertentu. Seperti yang kita ketahui jaringan seperti koneksi internet, koneksi intranet, yang bisa mengakses sesuatu dari jarak jauh dengan perangkat telekomunikasi diatur dan dikontrol oleh software atau aplikasi tertentu. Ibarat di jalan, ada petugas yang mengatur dan membagi jalur untuk motor kecil, jalur mobil maupun kendaraan berat. Analogi SDN, tentunya ada jalur khusus tertentu untuk bisa menjelajahi lebih cepat.

Disampaikan Adhistian, kita pernah mendengar istilah “Software is eating the world” ?, ucapan ini dipopulerkan oleh Marc Andreessen dalam publikasinya di The Wall Street Journal pada tahun 2011. Kalimat ini menggambarkan bahwa perubahan zaman ke era modern saat ini banyak didasari karena terlahirnya software-software baru yang mengubah bisnis tradisional menjadi bisnis berbasiskan software.

Seperti sekarang ini ada aplikasi Uber, Grab atau Go-Jek perusahaan transportasi berbasis aplikasi yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat sebagai pengganti transportasi konvensional karena penggunaanya yang praktis dan mudah. Sebelum munculnya aplikasi-aplikasi tersebut, banyak kendala ataupun keluhan dari kita sebagai user atau pengguna, contohnya untuk menggunakan jasa kendaraan umum kita harus pergi ke terminal, halte ataupun pangkalan dan terkadang bisa sangat jauh, tidak adanya transparansi harga untuk beberapa jenis angkutan dan lain sebagainya.

Biasanya dari aplikasi-aplikasi tersebut mempunyai server untuk bisa mengatur cara pemesanan Ojek, kemudian mengatur ketersediaan driver. Bisa jadi semakin besar pemakai aplikasi ini semakin besar juga kebutuhan server yang digunakan. Solusinya menurut Adhistian, bisa menggunakan virtualisasi, yaitu semua aplikasi berjalan secara virtual dibanyak hardware, dan tidak perlu adanya hardware maupun jaringan yang secara fisik menempel diaplikasi.

Paradigma SDN ini memisahkan antara Control Plane dan Forwarding Plane. Pada jaringan tradisional atau jaringan non-SDN, kedua fungsi diatas berada dalam satu perangkat yang sama. Control Plane sendiri adalah fungsi pengaturan atau kontrol pada suatu perangkat jaringan, sedangkan Forwarding Plane adalah fungsi dari pengiriman paket-paket informasinya. Control Plane ini bisa kita ibaratkan seperti sebuah “pikiran” yang mengatur lalu lintas data, sedangkan Forwarding Plane atau Data Plane bisa kita ibaratkan seperti “otot” yang hanya berfungsi untuk mengirimkan paket ke tujuan sesuai permintaan "pikiran".

Ketika terjadi kebutuhan akses data seperti sekarang ini, jika menggunakan traditional network layer akan sangat banyak kebutuhan resource hardware CPU, memory, power maupun space.

Oleh karena itu network architecture harus berubah, bukan menggunakan traditional network lagi, melainkan menggunakan software define network (SDN) yang memisahkan control plane dan data plane, contoh dalam perangkat router yang bisa memisahkan control plan dan data plan.

Dalam menggunakan SDN ini network intelligence menggunakan konsep logically centralized, network infrastructure bersifat abstract dan mudah untuk upgrade capacity (scale up), untuk implementasinya control aplikasi dengan menggunakan berbagai macam type hardware ataupun merk secara fisik dipisah network control dari forwarding plane -nya, dan control plane bisa menggunakan banyak device.

Secara management maupun application yang running tidak tergantung dari hardware yang terinstall, mudah dalam memprogram (programmability) dan accelerate new feature dan service didalamnya. Untuk control plan juga bisa mudah untuk provisioning, performance optimisasi lebih cepat, sehingga pengakses application tidak mengalami slow access atau down time server. Dan untuk data plan bisa menggabungkan hardware dan software ataupun konfigurasi fisik dan logical secara bersamaan.

Dalam dunia computing, network virtualization adalah proses kombinasi hardware dan software network resource dan network secara fungsional ke dalam satu atau single (software-based administrative entity). Dengan menerapkan virtualization akan sangat mudah untuk menambah resource computing dan secara dynamic dengan create / delete virtual network, sangat mudah jika recovery failure network dimana virtual network akan meredirect secara otomatis ke redundance network. Termasuk pada sisi security bisa mengisolate path network dan segment dengan implementasi firewall virtual serta access network setiap saat.

Top