Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Ditengah-tengah maraknya kasus virus covid-19, masyarakat juga dihadapkan pada naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok. Dari mulai beras, gula maupun kebutuhan pokok lainnya. Disisi lain, social distancing, ditambah dengan kebijakan isolasi wilayah, mengharuskan masyarakat untuk tetap berada di rumah. Guna membantu masyarakat khususnya masyarakat kota Tegal, Tim Pendamping Inflasi Daerah Kota Tegal bersama Bulog Cabang Pekalongan, menggelontorkan paket sembako murah berisi beras, gula dan minyak sayur. Masyarakat dapat membelinya dengan harga terjangkau.

Wakil Kepala Bulog Cabang Pekalongan, Dedy Rahman, SP.,MSM mengatakan pemberian paket bahan pokok murah adalah dalam rangka stabilisasi harga karena harga sejumlah bahan pokok sudah melebihi HET. Tidak hanya itu, menyusul merebaknya kasus virus corona, beberapa masyarakat mengeluhkan akan pendapatannya yang berkurang, sementara harga-harga kebutuhan pokok justru naik.

Dengan adanya paket murah ini, harapannya masyarakat bisa mendapatkan beras, gula dan minyak sayur dengan harga terjangkau. Sebab paket yang ditawarkan kepada masyarakat berisi beras sebanyak 5 kg, gula sebanyak 2 kg dan minyak sayur 1 liter. Ada dua jenis paket sembako yang ditawarkan yakni paket premium dengan jenis beras premium, dengan harga sepaket Rp 86 ribu. Satu paket lagi, berisi beras jenis medium, dengan harga sepaket Rp 76 ribu. Jadi masyarakat diperbolehkan memilih.

Total jumlah paket yang disiapkan sebanyak 40 ribu paket untuk memenuhi permintaan tiap-tiap kecamatan yang didistribusikan ditiap kelurahan hingga RW dan dibagikan melalui Ketua RT. Namun manakala ada permintaan, tim bersama Bulog siap untuk mengupayakan. Secara teknis, masyarakat yang mau, dan tanpa adanya paksaan bisa membeli ataupun tidak paket tersebut.

Dijelaskan Dedy, sebelum pendistribusian paket ini, sudah ada sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga tiap-tiap Ketua RT akan mengkoordinir warganya. Satu paket diperuntukkan satu KK, dan jika berminat maka menitipkan pembayaran paket tersebut kepada Ketua RT. Selanjutnya Ketua RT menyampaikan kepada RW hingga tingkat kelurahan, dan total pembayaran dari tiap-tiap kelurahan akan diterima Bulog.

Menurut Dedy, pendistribusian untuk 27 kelurahan sampai saat ini masih dilaksanakan. Pendistribusian dilakukan secara bergiliran, dan ditargetkan Sabtu (4/4) akan terdistribusi seluruhnya.

Top