Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Lingkungan Hidup mendapatkan bantuan mesin compactor dari PT Kemasan Ciptatama Sempurna, Jumat (13/3). Mesin tersebut digunakan untuk mencacah sampah styrofoam dan membentuknya menjadi silinder padat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal Resti Dirjo mengatakan bahwa selama ini limbah styrofoam tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, apalagi jika terbuang begitu saja akan sulit terurai oleh tanah. Melihat kondisi tersebut, sebuah perusahaan yakni PT Kemasan Ciptatama Sempurna memberikan bantuan alat yakni mesin compactor yang digunakan untuk mencacah atau memotong-motong sampah styrofoam dan membentuknya menjadi silinder padat.

Setelah itu, hasil dari mesin pencacah ini bisa dijual ke perusahaan-perusahaan daur ulang dengan nilai perkilo styrofoam yang sudah dipadatkan mencapai Rp 6.000,-. Ini merupakan peluang sekaligus memberikan penyadaran kepada masyarakat, agar mau mengumpulkan sampah styrofoam karena bisa dicacah dan dijual kembali ke perusahaan penampung.

Resti menjelaskan bahwa compactor ini merupakan satu-satunya alat pencacah styrofoam yang ada di Indonesia. Rencananya alat tersebut akan ditempatkan di salah satu bank sampai diwilayah Kota Tegal. Nantinya masyarakat atau sampah-sampah styrofoam yang telah berhasil dikumpulkan akan diproses ke dalam compactor.

Perusahaan penampung styrofoam ini nantinya akan mendaur ulang untuk diolah kembali menjadi produk-produk yang bisa digunakan kembali untuk masyarakat.

Walikota Tegal Dedy Yon mengatakan dengan diberikannya bantuan compactor untuk Kota Tegal diharapkan bisa mengurangi sampah di kota Tegal khususnya limbah styrofoam. Selama ini sampah styrofoam yang tidak bisa dimanfaatkan, ternyata bisa menjadi usaha masyarakat dengan dijual ke perusahaan penerima setelah dicacah melalui compactor.

Top