Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Prototype milik Pemerintah Kota Tegal baru saja diresmikan oleh Walikota Tegal, H. dedy Yon Supriyono, SE, MM Kamis siang (12/03). Rusunami ini hasil kerja sama antara pemerintah Kota Tegal dengan Japan International Coorporaton Agency (JICA) sebagai Pilot Project Rumah Susun Low-Emission.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Tegal, Eko Setyawan mengatakan bahwa rusun yang dibangun kerja sama dengan JICA memang dibuat dan didesain sedemikian rupa, sebagai eksperimen pengelolaan suhu udara suatu rumah atau bangunan. Nantinya rusunami prototype sebagai langkah awal tidak dibuka untuk umum, namun akan diisi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah melalui seleksi. Termasuk salah satu kriteria persyaratannya yakni terdiri dari 4 anggota keluarga, yakni Bapak, Ibu dan 2 anak. Setelah mereka menempati, maka wajib mengikuti program eksperimen yang kerap dilaporkan dan dipantau.

Diungkapkan Eko, bahwa untuk eksperimen ini ditargetkan selama kurang lebih 2 tahun. Setelah 2 tahun maka akan dibuatkan formulasi terkait pengaturan suhu dan udara. Jika memang rusunami tersebut belum ideal atau memenuhi kriteria yang diinginkan, maka kekurangan tersebut akan dibenahi dan diperbaiki.

Namun jika rusunami prototype ini berhasil, maka dipastikan akan dibangun kembali rusun sejenis menggunakan lahan yang berada di belakangnya dengan desain unit ruangan yang sudah didesain sedemikian rupa. Sebab, bangunan eksperimen ini memiliki pengaturan udara yang berbeda dengan suhu diluar bangunan. Semuanya didesain suhunya menurun 4 derajat dari suhu luar. Eksperimen ini merupakan pertama kali di Indonesia dan di dunia.

Pasalnya ditambahkan Eko, rencana proyek tersebut awalnya akan diujicoba di Malaysia dan Indonesia. Namun justru Indonesia dengan lahan di wilayah Kota Tegal telah melaksanakan proyek tersebut lebih dulu.

 

Top