Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Menyusul adanya pasien virus corona di Indonesia, Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono meminta hotel-hotel dan restoran untuk menyediakan anti septik atau semacam tisu basah. Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Kesehatan akan segera mensosialisasikan ke hotel, restoran dan rumah makan, termasuk ke sekolah-sekolah memberikan leaflet tentang cuci tangan yang benar, etika batuk, etika bersin dan sejenisnya. Demikian disampaikan Walikota Tegal Dedy Yon saat menghadiri Launching Layanan Kateterisasi Jantung (Cathlab) dan Penyerahan Sertifikat Rumah Sakit Pendidikan RSUD Kardinah Kota Tegal, Rabu (11/3) di Aula Lantai 2 RSUD Kardinah Kota Tegal.

Walikota juga menghimbau hotel-hotel di Tegal untuk sesering mungkin melakukan pembersihan di lift, tangga atau tempat-tempat yang kerap terpegang oleh pengunjung atau tamu. Masyarakat Kota Tegal juga tidak perlu khawatir dan panik terhadap virus Corona. Justru kepanikan yang ada akan membuat pola pikir hidup semakin kacau. Dengan pikiran yang terlalu panik juga bisa menyebabkan penyakit lainnya.

Menurut Walikota, masyarakat harus tahu betul, bahwa data 10 Maret 2020 kemarin hasil survey virus corona di dunia jumlah penderitanya 119.176 orang, dan menurut WHO sebanyak 3,51 % dari jumlah penderita telah meninggal dunia. Dari jumlah tersebut paling banyak atau lebih dari 50% penderitanya ada di Cina, Korsel, Jepang, Italia dan Iran. Mereka yang meninggal dunia 90% merupakan warga usia diatas 50 tahun.

Kebanyakan pula mereka yang terkena dan meninggal adalah pasien yang memiliki penyakit bawaan dengan ketahanan tubuhnya menurun. Sedangkan penularannya yang paling rentan adalah mereka yang memiliki golongan darahnya sama.

Walikota Tegal merasa prihatin dengan adanya virus corona saat ini. Mereka yang sakit justru mendapatkan sanksi sosial yang malah membuatnya semakin melemah, seperti dijauhi orang-orang dekatnya bahkan keluarganya, seakan-akan tidak ada yang menguatkan mentalnya untuk bisa sembuh.

Jangan sampai adanya virus corona justru tidak memanusiakan manusia, dan masyarakat tidak perlu khawatir dan panik. Berbelanja sebanyak-banyaknya, membeli dan memborong masker karena kepanikannya hingga membuat harga masker melonjak drastis.

Top