Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Pelantikan Bersama PAC se-KOta Tegal, Badan dan KOTI Mahatidana MPC PP Kota Tegal

TEGAL - Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., yang juga Wali Kota Tegal menyatakan menolak keras paham radikal. Dedy Yon menegaskan faham radikan harus keluar dari Kota Tegal. Bahkan apabila ada embrio-embrio yang tumbuh di sekolah, maka tidak ada pilihan lain siswanya dikeluarkan dari sekolah atau sekolahnya sekalian dibubarkan.

“Saya berharap Pemuda Pancasila sebagai garda terdepan dimana ada faham-faham yang seperti itu kita punya sikap, siap. Ini harus keluar dari Kota Tegal, yang faham seperti itu,” kata Dedy Yon saat pelantikan bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kota Tegal dan Badan-badan (BPPH, BP3, BPK) serta KOTI Mahatidana Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila di Kota Tegal Periode 2019-2022 di Gedung Dedikasi Kota Tegal, Jumat malam (17/01/2020). Hadir melantik Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Tengah, H. Bambang Eko Purnomo, S.E., S.H. Hadir juga anggota Forkopimda Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M., ormas-ormas kepemudaan di Kota Tegal, NU, Banser, Ansor, Fatayat dan Ketua MPC Pemalang, Brebes, Kabupaten Tegal.

Dikatakan Dedy Yon apabila ada lembaga pendidikan sekolah yang tidak mau hormat bendera, yang tidak mau menyanyikan Indonesia Raya, disebutnya sebagai embrio-embrionya pengkhianat.

“Saya sudah mengancam tidak ada satu sekolah pun yang tidak melaksanakan upacara. Tidak ada satupun siswa dan siswi, kalau upacara tidak mau hormat bendera. Ini harus tegas, anaknya dikeluarkan atau sekolahnya dibubarkan. Kita harus punya sikap, ini harus tegas dan tidak bisa dibiarkan,” tegas Dedy Yon.

Dedy Yon meminta agar orang-orang yang hormat bendera tidak mau, menyanyikan lagu Indonesia tidak mau, menyanyikan lagu kebangsaan tidak mau, supaya dideportasi saja. Mereka disebut Dedy Yon, disebut orang-orang yang tidak mau bernegara dan bermasyarakat.

Dedy Yon mengatakan Kota Tegal adalah kota yang toleransinya tinggi, buktinya Kota Tegal berada di urutan ke-14 se-Indonesia sebagai kota bertoleransi tinggi. Sedangkan se-Jawa Tengah nomor dua setelah salatiga. Hal tersebut disebabkan di Kota Tegal penduduknya yang multikultural disebut arwana atau Arab, Jawa dan Cina dapat menjaga toleransi kapan pun.

Dedy Yon menyampaikan bahwa di Kota Tegal 18,7 persen yang non muslim yan termasuk jumlah yang tinggi. “Pilkada ya arwana, Pemuda Pancasila ya arwana. Di Kota Tegal alhamdulillah ormas dan OKT semuanya pada tanggal 24 Desember 2019, melalui Kesbangpol Kota Tegal, alhamdulillah umat nasrani merasa bahwa organisasi di Kota Tegal sudah mewujudkan toleransi di Kota Tegal. Ini harus dilestarikan agar kota kita menjadi kota yang aman. Kita disini harus berbaur,” pinta Dedy Yon.

Sehingga Dedy Yon berharap Pemuda Pancasila dan ormas-ormas harus bisa turut serta menjaga agar Kota Tegal menjadi kota yang aman. Pemuda Pancasila harus sebagai garda terdepan menghilangkan paham radikalisme dan terorisme dan menjaga empat pilar. Yang pertama adalah pilar yakni pancasila, sebagai asas ideologi berbangsa dan bernegara, kedua pilar UUD 1945 sebagai aturan dan pedoman berbangsa dan bernegara, yang ketiga sebagai pilar NKRI sudah tidak ditawar lagi “NKRI Harga Mati”, dan yang keempat sebagai pilar Bhineka Tunggal Ika.

Dikatakan Dedy Yon, Kota Tegal sebagai kota Bhineka Tunggal Ika, yang berbeda agama, berbeda ras, suku, kebudayaan dan kesenian tetapi tetap satu jua. Kota Tegal juga disebut Dedy Yon sebagai miniaturnya Indonesia. Sebagai contoh pengurus Pemuda Pancasila, berasal dari berbagai suku-suku. Ada yang dari Flores, Batak, Ambon dan macam-macam disini.

Oleh karena itu, dengan toleransi yang semakin tinggi, Dedy Yon berharap Kota Tegal kedepan bisa masuk ke lima besar toleransi umat beragama terbaik se-Indonesia dan nomor satu se-Jawa Tengah.

“Saya berharap Pemuda Pancasila Kota Tegal harus lebih maju, ini sebagai contoh di Jawa Tengah. Setuju. Harus lebih baik karena saya pribadi dianggap sebagai bapaknya masyarakat Kota Tegal. Dan ini harus juga Kota Tegal harus lengkap sampai ke tingkat kelurahan. Saya berharap kita PP harus menjalin hubungan dengan organisasi kemasyarakatan pemuda yang lain,” pinta Dedy Yon yang mengucapkan selamat kepada seluruh Anak Cabang dan Badan-badan setra KOTI Mahatidana yang dilantik. Dedy Yon mengharapkan anggota PP di Kota Tegal dapat merata hingga ke ranting-ranting di empat kecamatan.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah Bambang Eko Purnomo, usai melantik PAC dan Badan-badan Pemuda Pancasila mengatakan kepengurusan yang dilantik hampir sekitar 200 orang, belum termasuk ranting. Dipastikan meriah nantinya pelantikan kepengurusan ranting yang minimal beranggotakan 50 orang di 27 kelurahan.

Bambang menyebut saat ini Pemuda Pancasila mengambil bagian di Kota Tegal, sebagai organisasi kepemudaan terbesar nasionalis di Indonesia. “Dulu, PP Jawa Tengah nasional urutan 28 sekarang sudah urutan tiga besar. Dan Kota Tegal secara presentasi 3 persen dari jumlah penduduk se Indonesia untuk persayaran oembuatan KTA, Kota Tegal tertinggi. Mengapa dikatakan tertinggi, karena penduduk Kota Tegal sedikit dan anggota Pemuda Pancasila banyak di Kota Tegal,” jelas Bambang.

Dikatakan Bambang, Kota Tegal ini arwana yakni Arab Jawa Cina ada semua. “Kalau Kota Tegal ini Indonesia mini lihatlah pemuda pancasila, kita harus rawat kebhinekaan tuggal ika. Kalau kebhinnekaan tidak ika, maka percuma. Semua bisa masuk ke pemuda pancasila namun tidak digaji, meskipun demikian anggota Pemuda Pancasila merupakan anggota yang militan. Kita tunjukan bahwa PP menjadi pengayom dan pemersatu di Kota Tegal bersama TNI dan Polri,” ungkap Bambang.

Bambang juga mewanti-wanti anggota PP untuk menjaga simbol organisasi. “Wali Kota Tegal yang juga Ketua MPC PP Kota Tegal sebagai simbol organisasi yang merangkap jabatannya sebagai Wali Kota. Sebagai simbol organisasi adalah ketua, baik ketua MPW, MPC, Ketua Ranting dan ketua lainnya yang baru dilantik adalah simbol organisasi. Jadi saya berpesan yang merasa anggota Pemuda Pancasila, kalau ada yang mengganggu simbol-simbol organisasi kalau kalian tidak berani membela, ganti baju kalian,” tegas Bambang.

Adapun PAC yang dilantik antara lain H. Cipto Darsono, S.H, Ketua PAC PP Kecamatan Margadana beserta jajarannya, Mohammad Sefrudin, Ketua PAC PP Kecamatan Tegal Selatan beserta jajarannya, Imam Machrudi Ketua PAC PP Kecamatan Tegal Barat beserta jajarannya, Andrijanto Gunawan Ketua PAC PP Kecamatan Tegal Timur beserta jajarannya. Sedangkan untuk Badan-badan, antara lain Mulyadi, S.E, Ketua Badan Pelaksana Kaderisasi PP MPC Kota Tegal, L. Yusuf Indrajaya, S.E., SSi., BBA., MBA, Apt sebagai Ketua Badan Pengusaha PP (BP3) MPC PP Kota Tegal, M. Ferri Manggarano sebagai Komandan Komando Inti Mahatidana MPC PP Kota Tegal, dan Ibnu Chalid sebagai Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum PP MPC Kota Tegal dengan pembinanya Sutopo, S.H., Triyanto Patriyoko, S.H., dan Hj. Neneng, MKn, S.H.

Top