Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Perwakilan masyarakat tengah menyimak materi yang disampaikan dalam Sosialisasi P4GNSelama ini para korban penyalahgunaan narkoba atau pecandu kerap dianggap sebagai pelaku kriminal, yang harus dikenai hukuman penjara. Padahal dalam kacamata Badan Narkotika Nasional (BNN), pengguna narkoba merupakan korban yang harus diberikan perhatian dan pendampingan. Justru yang seharusnya diberikan hukuman seberat-beratnya yakni penjual atau pegedar dan si pembuat atau produsen. Demikian disampaikan Kabid Pencegahan BNN Provinsi Jateng, Susanto SH pada Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN) Kepada Masyarakat di Aula Eks Samsat Tegal, Selasa (1/4).

Menurutnya, disinilah peran masyarakat sangat dibutuhkan. Tidak hanya menjaga, mengawasi dan melaporkan adanya transaksi atau kegiatan yang berhubungan narkoba saja melainkan juga memberikan perhatian dan pendampingan kepada korban penyalahgunaan narkoba. Anggapn masyarakat selama ini kepada korban atau pecandu yg harus dikucilkan atau diberi hukuman berat justru salah, karena tidak akan menyelesaikan masalah. Mata rantai dengan sindikat narkoba tidak akan terputus. Namun sebaliknya jika korban atau pecandu diberikn perhatian dan pendampingan untuk mendapatkan penanganan.rehabilitasi, maka tentu saja dapat dipulihkan dan selanjutnya tidak lagi mengkonsumsi narkoba, atau bisa dibilang anti narkoba.

Sama halnya ketika dalam sebuah perusahaan ditemukan salah satu karyawannya menjadi korban penyalahgunaan narkoba hingga dikenai sanksi pemecatan juga tidak menyelesaikan masalah. Justru ketika karyawan tersebut dipecat dan tidak bekerja lagi, malah mudah terjerumus lebih dalam menjadi penjual atau pengedar narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dijelaskan Susanto, meskipun korban atau pecandu disidangkan namun terbukti benar-benar pecandu maka sanksi yg dikenakan lebih mengarah pada upaya rehabilitasi. Tegal sebagai wilayah yang dilalui transportasi dari berbagai daerah menjadi wilayah yang harus diwaspadai, krena trmasuk daerah rawan peredaran narkoba. Karenanya BNN meminta dan menghimbau masyarakat kota Tegal sadar dan proaktif membantu memberantas narkoba.

Selain melaporkan, pendampingan korban juga melakukan program after care. Yakni perhatian kepada pecandu yg telah menjalani rehabilitasi dan pulih, agar mampu hidup bermasyarakat sebagaimana warga lainnya.

Ditambahkan Susanto, ditargetkan pada tahun 2015 disetiap Lapas serta Kabupaten dan Kota dibentuk klinik yang mampu merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Perlu diketahui dari 4,7 juta jiwa korban narkoba setiap tahun, hanya mampu merehabilitasi 18 ribu jiwa pasien saja. Jika ini bisa digalakkan maka mata rantai sindikat narkoba benar-benar dirugikan.

Pasalnya dengan dipulihkannya para pengguna narkoba berdampak pada penurunan penjualan dan peredaran, yang membuat para sindikat kebingungan karena tidak bisa mengedarkan lagi.

Sosialisasi dihadiri 45 orang dari unsur masyarakat diantaranya dari Dharma Wanita Kota Tegal, Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Bhayangkari, Perwakilan 27 Kelurahan yang ada di Kota Tegal dan LSM. Selain mendapatkan pemahaman tentang narkoba dan paradigma baru tentang pecandu narkoba, para peserta juga mendapatkan poster tentang jenis-jenis narkotika.

Top