Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawah dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

BNN Provinsi Jateng bersama mahasiswa bentuk kader anti narkobaPenyalahgunaan narkoba dikalangan mahasiswa dan pelajar di Indonesia saat ini menempati urutan kedua setelah kalangan pekerja. Tercatat sebanyak 22% dari jumlah mahasiswa dan pelajar di Indonesia kedapatan mengkonsumsi narkoba. Biasanya mereka cenderung memilih narkoba sebagai pelarian lantaran suatu hal yang terjadi pada dirinya, seperti depresi dan lemahnya mental.

Sebagai upaya mencegah dan memberantas peredaran narkoba serta menyelamatkan korban penyalahgunaan  narkoba, Rabu (26/3) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng membentuk Kader Anti Narkoba Di Lingkungan Kampus Di Kota Tegal.

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat PKK Lantai II Kompleks Balaikota Tegal dihadiri perwakilan mahasiswa total sekitar 35 mahasiswa dari kampus-kampus yang ada di kota Tegal, beberapa diantaranya seperti Poltrans, Universitas Pancasakti, UNNES Tegal dan Poltek Tegal.

Seorang Psikolog RSU Kardinah, Andriyanti yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan, untuk menolak ajakan meggunakan narkoba sangatlah mudah. Mahasiswa dan pelajar cukup membekali diri dengan mental yang kuat. Sebab, dengan mental yang kuat tidak mudah terpengaruh menggunakan narkoba. Tentunya juga didukung dengan keimanan yang teguh serta taat beribadah.

Mahasiswa sebisa mungkin mampu memilah milah kawan yang baik dan yang tidak. Disinilah manfaat dan peran kader anti narkoba. Selain mengawasi, melaporkan juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bahaya narkoba.

Kabid Pencegahan BNN Provinsi Jateng, Susanto SH mengatakan, setelah kader anti narkoba ditingkat pelajar SMA/ sederajat telah dibentuk Rabu (19) lalu, kini BNN Provinsi Jateng kembali membentuk kader anti narkoba dilingkungan kampus sekota Tegal, dalam hal ini mahasiswa. Mengingat kondisi peredaran dan penyalahgunaan narkoba saat ini sudah sangat serius. Pasalnya, narkoba tidak mengenal batasan usia, baik tua, dewasa maupun muda. Menurut Susanto, tugas memberantas dan memerangi Narkoba tidak hanya tugas Kepolisian dan BNN saja tetapi menjadi tugas bersama. Dengan langkah ini diharapkan menghapuskan Narkoba dari bumi Indonesia. Upaya ini juga bagian dari pemberdayakan mahasiswa.

Sebagaimana arti dari kata kader merupakan seseorang atau sekelompok orang yang memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kemauan untuk berpartispasi melaksanakan hak dan tanggung jawabnya dalam upaya pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut juga sudah tercantum dalam Pasal 104, 105, 106 UU No 35 Tahun 2009 yang membahas dan melindungi kader dalam tugas-tugasnya.

Secara tidak langsung kader menjadi kepanjangan tangan dari BNN, karena dapat melakukan upaya desiminasi informasi, advokasi, pemberdayaan alternatif dan penjangkauan penyalahgunaan narkoba. Mereka juga dapat melaporkan dan memberikan informasi terkait Narkoba dan tugas-tugasnya dilindungi oleh hukum yang sudah diatur dalam undang-undang.

Sementara salah satu peserta, Adi Arsyadani mahasiswa semester 5 Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti Tegal menuturkan, apa yang telah dilakukan BNN merupakan upaya yang sangat strategis. Namun diharapkan tidak hanya sebatas acara seremoni saja melainkan menjadi kegiatan yang nyata dalam memberantas narkoba.

Sebagai mahasiswa, Adi juga sangat mendukung dan berminat menjadi kader anti narkoba di kampusnya. Ditegaskannya, dirinya tidak ingin ada korban generasi muda khususnya mahasiswa menyalahgunakan narkoba. Ini harus menjadi gebrakan dalam memerangi peredaran narkoba.

Top