Pemerintah Kota Tegal

Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Profesional, Akuntabel, Berwibawa dan Inovatif, Berbasis Teknologi Informasi

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Walikota Tegal saat memotong tumpeng Ruwatan PAI Tegal Minggu (14/9)Ruwat Pantai Alam Indah (PAI) kini telah menjadi tradisi tahunan, yang mengangdung filosofi sebagai ungkapan rasa syukur, sekaligus pemanjatan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan berdoa, diharapkan orang yang berwisata di PAI tidak mendapat musibah.

Selain itu ruwatan juga sebagai ajang pelestarian budaya, karena bukan hanya kegiatan larung sesaji yang dilakukan tetapi juga pentas seni dan budaya Kota Tegal.

“Upacara ini merupakan manifestasi rasa syukur kita kepada Allah SWT, dan sebagai sebuah upaya dalam menggali khasanah budaya yang ada di Kota Tegal, sekaligus menjadi pelestari budaya yang wajib kita lakukan,” ungkap Walikota Tegal Hj Siti Masita Soeparno dalam sambutannya di Acara Ruwatan PAI Tahuun 2014 di PAI Kota Tegal, Minggu (14/9) yang dihadiri anggota Forkopinda, kepala SKPD terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga serta pengunjung PAI.

Walikota juga mengharapkan dengan terselenggaranya ruwatan ini dapat lebih mengenalkan objek wisata PAI ke semua lapisan masyarakat, sehingga dapat mendorong tumbuh kembangnya kepariwisataan di Kota Tegal.

“Untuk itu, bagi segenap aparatur pemerintah yang bertugas disini, buatlah wisatawan yang datang itu nyaman dan aman. Artinya nyaman ketika berwisata dan aman ketika beraktivitas di lingkungan PAI,” pinta Walikota.

Kepala Dinporabudpar Kota Tegal Drs R Supriyanta menyebutkan ruwatan sudah sejak lama dilaksanakan oleh masyarakat Kota Tegal khususnya PAI. Ruwatan saat itu sebagai upaya tolak bala memohon dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelaksanaan ruwatan dahulu dilaksanakan secara swadaya. Sejak tahun 2011, Pemerintah Kota memberi kepedulian kepada masyarakat sekitar PAI dengan bantuan APBD melalui Pemkot Tegal sehingga telah terlaksanakan empat kali hingga tahun 2014 ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Ruwatan Nurngudiono, awalnya ruwatan yang sebelum tahun 2011 ruwatan sudah tidak dilaksanakan lagi, namun sejak terjadi korban meninggal di PAI tahun itu, maka masyarakat mengadakan ruwatan kembali dengan tujuan memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat Kota Tegal dan pengunjung PAI diberi keselamatan.

Nurngudiono menegaskan dengan ruwatan ini tidak ingin angkat syirik tapi budayanya yang diangkat. Dibuktikan dengan kepala hewan yang dilarung bukan kepala hewan asli. “Sisi syirik kita buang, sisi budaya kita angkat. Intinya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Nurngudiono.

Dalam acara ruwatan PAI juga dimeriahkan Jaran Lumping dari Group Marga Jaya Kecamatan Margadana, Balo-balo pesisiran Istiqomah dari Kelurahan Panggung pimpinan Tambarui Gustam, Tari Ruwatan Pesisir yang dibawakan Komunitas Seni Kolaborasi Kota Tegal pimpinan Drs. Andi Bima Nirwana. Tari ini merupakan juara apresiasi seni Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tingkat Jawa Tengah Tahun 2014. Tari ini bercerita tentang sedekah dan memohon limpahan hasil laut kepada nelayan dan diberikan keselamatan. Kemudian pentas wayang kulit yang dibawakan oleh dalang Ki Sarjono dari Pepadi Kota Tegal yang bertindak sebagai Dalang Ruwat menghibur ratusan pengunjung PAI.

Prosesi ruwatan dimulai dengan diaraknya dua buah ancak yang berisi simbol kepala kerbau yang diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Walikota. Kemudian Walikota menyerahkan tumpeng tersebut kepada Dalang Ki Sarjono. Setelah itu, doa bersama yang dilakukan oleh enam pemuka agama di Kota Tegal. Selanjutnya pagelaran wayang bersamaan dengan diaraknya ancak dalam arak-arakan budaya keliling mulai Pantai Timur, Jalan Halmahera, Jalan Karimun Jawa, Jalan Sangir dan Pantai Barat PAI. Arak-arakan budaya terdiri dari drum band, Jaran Lumping, penari Ruwatan Pesisir, ancak, balo-balo, dan barongsai.

Walikota bersama anggota forkopinda dan kepala SKPD berkesempatan menyaksikan prosesi pelarungan ancak di tengah laut menggunakan kapal patroli milik Polair. Ancak dibawa oleh Kapal Nelayan Gulamah 01 dan Gulamah 04 ke tengah laut utara PAI dan dilarung disana. Walikota juga berkesempatan mengemudikan kapal patroli milik Polair usai menyaksikan pelarungan ancak.

Top